Ketua Hiswana Migas Eks Karesidenan Besuki Minta Maaf pada Wartawan

Jember Hari Ini – Ketua Cabang Himpunan Pengusaha Minyak dan Gas (Hiswana Migas) eks Karesidenan Besuki, Supratigto, akhirnya meminta maaf atas ucapannya yang menyebut wartawan peliput sidak Komisi C DPRD Jember di SPBU Desa Gumelar Balung sebagai wartawan bodrek. Istilah wartawan bodrek merupakan sebutan yang biasa digunakan  untuk menyebut wartawan abal-abal yang tidak jelas perusahaan medianya.

Pemilik SPBU itu datang ke Sekretariat Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jember, Selasa siang, bersama dua rekannya yang juga pengurus cabang Hiswana Migas eks Karesidenan Besuki. Supratigto datang untuk memenuhi tuntutan PWI untuk mencabut dan meminta maaf atas pernyataannya yang dinilai merugikan insan pers.

Di hadapan sejumlah wartawan Supratigto mengaku tidak bermaksud jelek yang menyebut bodrek. Sebutan itu disampaikan karena wartawan datang ramai-ramai bersama rombongan anggota Komisi C DPRD Jember seperti iklan di sebuah televisi. Jika sebutan tersebut dianggap tidak baik kepada wartawan, mantan Kepala Disperindag dan ESDM Jember itu menyatakan permohonan maaf dan mencabut pernyataannya.

Sementara Divisi Advokasi PWI Jember, Sutrisno, berharap, semua pihak baik pejabat maupun pengusaha hendaknya lebih hati-hati dalam bersikap dan berucap kepada publik agar tidak merugikan pihak lain. Semua pihak seharusnya menjaga kredibilitas masing-masing, dengan mematuhi kode etik yang sebenarnya. Kerja wartawan adalah kerja mulia dan profesional yang juga dilindungi undang-undang. (Fathul)

(643 views)