The Jaka Plus rilis Single baru “Gadis Pembaca Puisi (GPP)” yang katanya bakal menelan Korban

Tahun 2008 menjadi awal band ini terbentuk, genre rock and roll pernah menjadi identitas di album pertama mereka, dengan single “amnesia”, The Jaka mampu membuat pasar sendiri di kota Semarang. Tahun demi tahun berganti wajah-wajah baru bermunculan menggantikan wajah lama di band ini. Cerita bongkar pasang dengan band yang didirikan oleh sang vocalis (dausrose). Hingga saat perilisan album pertama mereka (2010), band ini harus tanpa personil yang merekam di album tersebut. Oleh karenaitu, album pertama mereka di beri nama “formasi awal” sebagai tanda formasi pertamalah yang ada dalam penggarapan album tersebut. “Album pertama adalah album terburukku, meskipun orang di luar sana lebih mudah menikmati lagu balada cinta dan bersorak dengan lagu Amnesia” daus rose.

Album kedua merupakan revolusi dari band ini, retro dan britpop menjadi benang merah di album yang diberi nama “Yovie” ini. Saat Anda mendengar lagu seperti Gemini dan Boyband, anda pasti merasakan kesan retro di lagu tersebut. Pernah mendapat pujian sebagai lagu yang unik dari salah satu major label yang bekerja sama dengan acara “Meet The Labels 2013” The Jaka Plus juga berhasil menjadi top20 di ajang tersebut, sayang vote yang kurang membuat mereka tidak bisa melangkah lebih jauh. Ajang international VIMA2013 juga tertarik memasukan lagu “Gemini” menjadi salah satu nominasi Best Rock Song 2013. “Gemini” dan “Boyband” pun saling bergantian menduduki peringkat pertama di salah satu radio Bali. Bagaimana dengan single “Yovie” ? Sejenak saya seperti masuk di era The Beatles dan Oasis, nada yang dipakai menggambarkan bahwa mereka adalah penggemar berat band tersebut. Tidak hanya diam, single ini pun mampu mengantar mereka menjadi finalist di Jakarta Indie Music Festival 2015, dan finalist Indie Festival RRI Semarang.

Bila bercerita tentang lagu di album kedua mereka, nampaknya semua mampu menjadi hits andalan, “Krisis Pohon” menjadi juara di Festreeval Music Holcim 2014, “Gemar Ikan” single finalis di acara yang diselenggarakan oleh Kementerian Perikanan dan Kelautan. “Saya tak pernah bosan dengan lagu-lagu di album ini, saya sudah 1000x memutar ulang lagu-lagu band ini” elle (rytm), hmm.. nampaknya saya juga setuju dengan apa yang diutarakan gitaris mereka, lagu-lagu mereka cukup membius hingga saya harus berulang-ulang mendengarnya.

Tahun ini bakal menjadi tahun yang sibuk lagi untuk The Jaka Plus, mereka mulai masuk dapur rekaman lagi, nama album yang sudah diberi nama terdahulu dengan nama “Nabi Adam” adalah lanjutan album, yang diberi judul nama seseorang setelah album Yovie. Nampaknya mereka mulai meluruskan dan membuat tema yang bagus untuk melanjutkan album berikutnya, saya berharap nama saya pun akan menjadi judul album berikutnya. Tidak akan lari dari Britpop, mereka menjelaskan Cuma akan membuat Britpop modern di beberapa lagunya, seperti lagu “Gadis Pembaca Puisi (GPP)” bagi Anda penggemar lagu coldplay mungkin Anda akan merasakan kesan mereka mengadop gaya lagu tersebut, saya tau karena saya pernah mengintip saat sesi latihan mereka di studio beberapa hari lalu. Kesan lebih fresh, juga akan meladeni telinga para pendengar yang nanti mendengar langsung lagu baru mereka. “When Eve Was On Adam’s Mind” menjadi favorit saya di album nanti, serasa mendengar Sugar Maroon 5 Jilid 2 lagu ini terasa hampir sama rasa tapi beda bahan. Tapi sayang sekali, bagi Anda penikmat audio CD Anda mungkin tidak bisa menemukan CD mereka nantinya, penjualan lewat digital akan dicoba mereka untuk penjualan album baru berikutnya, asal punya usul dengan beberapa lagu berbahasa inggris mereka mencoba membuat pasar baru di luar Indonesia. Wow! Tentunya penggarapan album ini tidak akan main-main bilamana target sudah ditentukan seperti itu.

Kalian tentu wajib penasaran dengan lagu lagunya, apalagi bagi penikmat genre Britpop, di semarang adalah warna sendiri, dengan kelas telinga tidak biasa untuk bisa memahami lagu lagu seperti ini. Bagi kalian yang mau mendengar bocoran-bocoran lagunya, The Jaka Plus mengabadikan momen-momen saat rekaman dengan video, dan mereka upload di akun resmi The Jaka Plus, cari aja “The Jaka bikin album baru” pada menu pencari Youtube. Segera akan dirilis pada tahun 2015 ini, dan semoga tidak akan ada kendala untuk memperlambat album baru mereka, gossip punya fakta, tiap perilisan album the jaka dari album 1 dan 2 selalu menelan korban. Korban apakah ini? Korban personil atau salah satu dari mereka pasti keluar. Hmm… bagaimana besok? Kita tunggu saja.

(548 views)