Membayar Upah Dibawah UMK, PT Gebang Jaya Dipidanakan

Jember Hari Ini – Kasus ini mungkin bisa menjadi pelajaran bagi para pengusaha yang tidak memberikan hak karyawan sebagaimana mestinya. Gara-gara membayar buruhnya di bawah upah minimum kabupaten, bos perusahaan plastik gebang jaya berinisial CA, diseret ke Pengadilan Negeri Jember.

Menurut Kepala Seksi Pidana Umum Kejaksaan Negeri Jember, Budi Hartono, PT Gebang Jaya mempekerjakan sekitar 40 orang karyawan. Para karyawan tersebut menerima upah bervariasi, antara Rp 600 ribu hingga Rp 800 ribu per bulan. Padahal, sesuai ketetapan pemerintah, tahun 2014 besaran UMK sebesar 1 juta 270 ribu rupiah atau minimal 50 ribu 800 rupiah per hari. Karena tidak memenuhi ketentuan tersebut, PT Gebang Jaya dilaporkan ke Disnakertrans hingga pemilik perusahaan berinisial CA ditetapkan sebagai tersangka, dan sudah mulai menjalani persidangan. Terdakwa dijerat dengan Undang-Undang Ketenagakerjaan Nomor 13 Tahun 2003 Pasal 185 Juncto Pasal 90 tentang membayar upah buruh dibawah UMK.

Kasus pidana gara-gara membayar karyawan dibawah UMK baru pertama kali terjadi di Jember. Ia berharap penyidik PNS bisa bekerja lebih keras untuk menyelidiki kasus serupa yang mungkin masih banyak terjadi. Sehingga kesejahteraan buruh di Kabupaten Jember lebih terlindungi.

Sementara dalam persidangan tim kuasa hukum terdakwa CA, menyatakan keberatan dengan surat dakwaan tersebut. Eksepsi atau nota keberatan atas surat dakwaan tersebut akan disampaikan oleh tim kuasa hukum terdakwa dalam persidangan hari Selasa (23/6/2015) pekan depan. (Hafit)

(435 views)