Audiotorial “Data Warga Miskin”

Komisi D DPRD Jember menyetujui tambahan alokasi anggaran untuk Dinas sosial Rp 900 juta. Anggaran tambahan sebesar itu dikhususkan untuk pendataan warga miskin yang diproyeksikan sebagai penerima Kartu Indonesia Sehat dan kartu-kartu lain yang merupakan bagian dari kebijakan jaring pengaman sosial.

Syukurlah, Pemerintah Daerah ikut peduli terhadap warga miskin. Khawatirnya seperti dulu, ada warga miskin yang tercecer dari program Jamkesmas. Untungnya waktu itu Pemkab juga mendampinginya dengan mengalokasikan anggaran Jamkesda.

Kalau sudah begitu harapannya adalah, anggaran sebesar itu efektif. Hasilnya maksimal, tidak ada lagi warga miskin yang tercecer. Kalau ada jumlahnya diharapkan tidak banyak, hanya satu dua orang saja.

Efektif itu juga berarti penduduk yang didata benar-benar warga miskin. Kalau boleh pinjam istilah orang pintar, pendataan itu harus memenuhi kaidah by name by address. Karena itu, parameternya mesti jelas. Petugas lapangannya juga mesti berintegritas, sehingga tidak mempan ketika di lapangan nanti taruh umpanya di ajak kong kalikong.

Alasannya sangat jelas, karena kebijakan jaring pengaman sosial memang untuk warga miskin. Rata-rata kehidupan ekonomi mereka berada pada taraf ekonomi subsisten, bekerja hari ini habis untuk makan hari ini. Atau, malah berada di bawah taraf ekonomi subsisten. Mereka harus dientas agar tidak semakin terpuruk yang gara-gara itu bisa menyebabkan indeks pembangunan manusia (HDI) di Jember sulit terdongkrak.

Mesti diingat, jumlah keluarga miskin di Jember justru sempat meningkat dari 237 ribuan menjadi 300 ribuan. Indeks Pembangunan Manusia setali tiga uang, juga merosot dan mengarah pada makin lebarnya jurang pemisah antar si kaya dan si miskin. ironisnya, kemerosotan itu terjadi di tengah-tengah pertumbuhan ekonomi Jember yang mengalahkan pertumbuhan ekonomi nasional.

Jadi, sekali lagi, kalau wakil rakyat sudah menyetujui dan menggedog tambahan alokasi anggaran untuk kepentingan warga miskin, harapannya adalah anggaran itu efektif. Maksudnya, tujuan tercapai, sasarannya tepat, petugas pendatanya berintegritas, dan parameternya jelas. Sedemikian rupa sehingga warga miskin yang dalam keadaan tenggelam sebatas leher itu tidak semakin tenggelam lalu melampaui lehernya sehingga untuk bernafas saja mereka tidak sanggup.

(Aga)

(463 views)