Mahasiswa Pertanyakan Status Penonaktifan IKIP PGRI Jember

Jember Hari Ini – Pertemuan antara rektorat dengan mahasiswa IKIP PGRI Jember terkait status nonaktif dari Direktorat Perguruan Tinggi (DIKTI) berlangsung tertutup untuk wartawan.

Informasi dari Humas IKIP PGRI Jember, pertemuan itu dimaksudkan agar mahasiswa memahami persoalan status penonaktifan IKIP PGRI oleh DIKTI tersebut. Ketika sejumlah wartawan akan meliput acara itu, beberapa satpam menghalangi awak media, dan menyarankan agar konfirmasi langsung kepada Rektor IKIP PGRI seusai acara.

Staf Humas IKIP PGRI Jember, Nike Agustin, kepada sejumlah wartawan menyatakan, pihak rektorat tidak berkenan memberikan penjelasan pers. Penjelasan pers terkait penonaktifan IKIP PGRI Jember sebelumnya dianggap cukup dan tidak perlu dikembangkan lagi melalui media massa.

Sementara salah seorang mahasiswa yang enggan disebutkan namanya menerangkan, dalam pertemuan itu mahasiswa menuntut rektorat segera menuntaskan persoalan status nonaktif tersebut. Mahasiswa khawatir lulusan IKIP nantinya tidak bisa menggunakan ijazahnya untuk melanjutkan studi ke tingkat lebih tinggi maupun melamar pekerjaan.

Diberitakan sebelumnya, Direktorat Perguruan Tinggi (DIKTI) menonaktifkan status IKIP PGRI Jember karena rasio jumlah dosen dengan mahasiswa tidak seimbang. Jumlah mahasiwa 12 ribu orang, jumlah dosennya sekitar 30 orang, yang seharusnya rasio dosen itu adalah 1 banding 45 orang, jumlah dosen IKIP PGRI Jember justru 1 banding 216 orang mahasiswa. (Fathul)

(617 views)