Tingginya Harga Gabah di Tingkat Petani, Tidak Berpengaruh Terhadap Bulog

Harga gabah di tingkat petani lebih mahal dibanding Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yang ditetapkan pemerintah, tidak menjadi persoalan bagi Bulog. Hal ini disampaikan Wakil Kepala Bulog Sub Divre XI Jember, Rahmawati.

Meski petani banyak menjual gabahnya kepada tengkulak, namun Bulog tidak kekurangan stok gabah dan beras.      Dari target 45 ribu ton gabah setara beras tahun ini, Bulog Sub Divre XI Jember sudah menyerap 19 persennya. Bahkan, sebelum keluar penetapan HPP yang baru pun Bulog juga sudah melakukan pembelian. Jika dijumlah, sisa stok tahun lalu ditambah dengan pembelian baru ketersediaan beras mencapai 23 ribu ton lebih. Ini artinya ketersediaan stok cukup untuk pemenuhan kebutuhan 8 bulan ke depan.

Terkait harga gabah di tingkat tengkulak yang lebih mahal dari HPP, Bulog justru bersyukur karena petani tidak dirugikan saat panen raya. Rahmawati menyerahkan sepenuhnya kepada mekanisme yang berlaku di pasar, karena Bulog masih mempunyai mitra yang tetap memasok gabah dan beras ke Bulog.

Diberitakan sebelumnya, sejumlah petani enggan menjual gabahnya kepada Bulog, karena Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yang diberlakukan Bulog masih dibawah harga pembelian tengkulak. (Fathul)

(392 views)