Keberadaan Resi Gudang di Jember, Mubadzir

Jember Hari Ini – Gudang Sistem Resi Gudang (SRG) senilai miliaran rupiah untuk menyimpan produk pertanian di Ajung, mubadzir, tidak bisa beroperasi sebagaimana mestinya. Selain sejumlah mesin perangkatnya tidak berfungsi, perbankan yang diharapkan bisa bekerjasama, ternyata menolak memberikan pendanaan untuk resi gudang.

Dalam rapat Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) di aula Bank Indonesia Jember, pengelola gudang Sistem Resi Gudang, Edy Suryanto, mengeluhkan mubadzirnya sejumlah perlengkapan gudang tersebut. Sebagai pengelola gudang yang dipercaya PT Pertani, ia sudah menerima titipan produk pertanian lebih dari 150 ton, namun akhirnya dikembalikan ke petani karena tidak adanya dana dari perbankan. Semula ia mengharapkan dukungan dana dari bank yang ditunjuk pemerintah, namun karena gagal, ia mencoba menawarkan ke bank lain, tetapi tetap tidak bisa diwujudkan hingga sekarang.

Sebagaimana mestinya, petani menitipkan produk pertaniannya ke gudang dengan maksud tunda jual, untuk memperoleh kepastian harga yang lebih baik. PT Pertani selanjutnya mengeluarkan resi yang bisa dijaminkan kepada perbankan untuk mendapatkan pinjaman permodalan senilai 70 persen dari nilai produk yang dititipkan di gudang tersebut.

Pembina Kelompok Tani Madinah Jenggawah, Lutfi Ahmad, menyatakan, tidak banyak petani yang tertarik ikut resi gudang karena begitu panen, petani ingin langsung menjual hasil panennya. Dana hasil penjualan itu dipakai untuk membayar hutang dan biaya produksi penanaman berikutnya. Jika ikut resi gudang, maka petani tidak bisa langsung mendapatkan dana yang dibutuhkan. (Fathul)

(648 views)