New Entry on 25 Indohits 25 – 31 Januari 2015

Vierratale (Single / Aprilio Kingdom) – Faith

poster vierratale

 

 

 

 

 

 

 

Vierratale kembali merilis single terbarunya berjudul FAITH, single ini merupakan bridging menuju album ke tiga mereka yang rencananya akan dirilis di Tahun 2015. Berbeda dengan single-single sebelumnya, FAITH di rilis perdana melalui media telepon selular (XL, Indosat, Telkomsel, Melon dan Gudang Aplikasi) pada 9 Januari 2015 lalu. Peluncuran perdana tersebut merupakan bagian dari campaignVierratale untuk melawan pembajakan serta mengajak Vierrania maupun masyarakat penikmat musik untuk mendownload secara legal. FAITHdikemas dengan tempo up beat yang sangat fresh, secara konsep dan warna musik disajikan sangat berbeda dari lagu-lagu sebelumnya. Tanpa keluar dari benang merah Vierratale, kali ini mereka meramu musiknya dengan nuansa  Jepang.

Saint Loco (OST. Dibalik 98 / Nagaswara) – Di Balik Pintu Istana

Saint Loco - Dibalik Pintu Istana

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Saint Loco kembali merilis single terbaru mereka. Selain garang, single berjudul “Dibalik Pintu Istana” ini juga tampil “berani”.  Tentu saja bukan tanpa sebab. Nomor ini memang sengaja dipasang untuk  soundtrack film layar lebar karya Lukman Sardi berjudul “Dibalik 98”. Baik lagu atau film “Dibalik 98” menceritakan kepiluan tahun 1998. Lagu “Dibalik Pintu Istana” adalah sebuah lagu pesanan yang diberikan kepada Saint Loco. Artinya, penggarapan lagu ini tidak lepas dari isi cerita film “Dibalik 98” yang mengangkat tema seputar tragedi 1998 hingga jatuhnya rezim Orde Baru. Menurut Joe, vokalis Saint Loco, produser film tersebut membutuhkan sentuhan rock dalam filmnya.

Electron 45 (Single / Musica Studio’s) – Takut Kehilanganmu

Jika materi yang dulu unsur electronicnya lebih kental dan berkesan dark  sekarang Electron 45 tampil lebih bright dan lebih pop. Ini terbukti di single kedua mereka ini, “Takut Kehilanganmu” tampil utuh dengan bungkus pop manis yang masih meninggalkan rekam jejak musik Electron 45. Romy, Tyo, dan Dmust Akira berhasil mengarahkan vokal Dirly lebur dalam lagu romantis tentang perasaan takut kehilangan pasangan ini. Bicara soal genre Electron 45 akan berada di wilayah  Modern Pop Rock. Debut album mereka lewat single perdana  “Ambigu” dan single kedua  “Takut Kehilanganmu” akan segera dirilis lewat Musica Studio’s. Mereka berharap, Electron 45 bisa mewarnai dinamika musik di Indonesia di tahun 2015 ini.

Dygta (Alb. Lucky Seven / PRO-M) – Cinta Aku Menyerah

51tnr

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Di single terbaru ini, DYGTA mengemasnya dengan komposisi musik yang lebih fresh dan lebih dewasa dengan kematangan musikalitas dari  masing-masing personilnya.  Di padu dengan iringan live cello yang menyayat hati, membuat suasana melankolis di dalam lagu ini lebih terasa.  Proses aransemen yang melibatkan Irwan Simanjuntak, menghasilkan warna dan emosi yang  sedikit berbeda dengan lagu-lagu sebelumnya, namun tidak lari dari “nuansa” manis khas DYGTA. Lagu ciptaan Yon Chasman ini bercerita tentang seseorang yang tak sanggup lagi mempertahankan hubungan cinta yang dijalani, karena sang kekasih  berulang kali mengkhianati dan menyakiti hatinya.  Lagu melankolis selalu menjadi kelebihan dan kekuatan bagi Adjie sang vokalis. Karakter vocalnya yang romantis , serta kepiawaianya dalam menghayati setiap lirik nya, menghanyutkan emosi pendengar, seakan Adjie sedang bercerita tentang pengalaman pribadinya.

Gabriel Mayo (OST Hijabers in Love / Ayo Records) – You and Me

Gabriel Mayo Cover

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Lagu yang masuk sebagai salah satu soundtrack dari film Hijabers in Love ini, sedianya akan masuk dalam upcoming mini album Gabriel Mayo, yang direncanakan rilis awal tahun ini. “Kalau nggak ada perubahan, EP-nya akan rilis Januari 2015 ini. Dan mudah-mudahan video klip ini bisa jadi jembatan yang baik buat mengenalkan musik Gabriel Mayo ke teman-teman di luar,” ujar Mayo. Bercerita tentang penantian kabar dari seorang kekasih, video You and Me ini dibuat oleh Cabin Agency dan disutradarai oleh Michael Effendy. Proses pembuatan videonya memakan waktu hingga 3 bulan.

(1.994 views)
Tag: