Anggaran Subsidi Resi Gudang 2014 Hanya Terserap 5 Persen

Penyerapan anggaran subsidi penyimpanan di resi gudang Jember kurang dari 5 persen. Hal ini karena resi gudang yang ada di Jember diresmikan di waktu yang kurang tepat, tidak bersamaan dengan musim panen raya.
Kepala bidang perdagangan dalam negeri Disperindag Jember Eko Wahyu Septantono usai rapat TPID Senin siang menjelaskan, setelah di resmikan 28 Oktober lalu, sudah diterbitkan 5 resi penyimpanan dengan kapasitas 60 ton. 4 diantaranya untuk penyimpanan gabah, sedangkan satu resi sisanya untuk komoditas jagung. Padahal APBD Jember menyiapkan anggaran subsidi untuk kapasitas seribu ton.
Tahun 2015 ini APBD Jember tetap memberikan alokasi anggaran subsidi penyimpanan dengan kapasitas seribu ton. Eko optimis tahun ini anggaran subsidi penyimpanan bisa terserap maksimal. Sebab memasuki musim panen mendatang, akan banyak petani yang menitipkan hasil panennya di gudang tersebut.
Resi gudang Jember dibangun sejak tahun 2012 lalu dengan menggunakan dana alokasi khusus dari pemerintah pusat. Namun gudang yang digunakan untuk menyimpan hasil panen petani ini baru bisa digunakan efektif sejak Oktober 2014 lalu.
Pembangunan resi gudang ini bertujuan untuk mengendalikan harga komoditas pertanian, sehingga petani tidak dirugikan. Ketika musim panen raya tiba, biasanya harga komoditas pertanian turun akibat ketersediaan barang melimpah. Saat itulah diharapkan petani menitipkan hasil panennya di gudang, yang baru akan di keluarkan nanti ketika harga sudah mulai membaik.

(579 views)