Lagu Lagu Legendaris Dikumpulkan SENTIMENTAL MOODS Dan Di Aransemen Ulang Dalam Album NOVEMBER SEPULUH

IMG_7547Setelah sukses meluncurkan mini album (EP) tahun 2012, single untuk album kompilasi ska (2013) dan tentu saja full album bertajuk Destinasi Empat  (juni 2014), Sentimental Moods kembali memberi hasil karya barunya. Ensemble ska beranggota  8 orang personil tetap plus1 orang pemain drum tambahan ini, mencoba sedikit memberi apresiasi dan kiprah Pahlawan Indonesia di dunia musik. SENTIMENTAL MOODS merilis EP (Extended Play, sering disebut juga sebagai ‘album mini’) bertajuk “NOVEMBER SEPULUH”. Album ini dirilis sebagai bebas unduh melalui situs resmi band yang terbentuk tahun 2009 ini.

Mulailah Sentimental moods mencari data-data yang terekam dari komposer-komposer legendaris Indonesia, antara lain seperti Ismail Marzuki, Kusbini, WR. Soepratman, Ibu Soed, Gesang, atau Cornel Simanjuntak. Dari beberapa nama yang ada maka dipilihlah beberapa komposer hingga akhirnya mengerucut menjadi 3 nama: Ismail Marzuki, WR. Soepratman, dan Gesang. Jika mendengar 3 nama tersebut, pasti yang akan terlintas di benak kita adalah lagu-lagu seperti Indonesia Raya, Halo-halo Bandung, ataupun Bengawan Solo. Namun, kami ingin lagu yang dipilih adalah lagu-lagu mereka yang jarang diperdengarkan. Maka dipilihlah Sepasang Mata Bola, Jembatan Merah, dan Di Timur Matahari.

Sebagai gimmick, Sentimental Moods ingin menghadirkan vokal di salah satu lagu di antara 3 lagu tersebut dan kami dibantu olehAPRILIA APSARI (vocalist white shoes and couples company band) untuk mengisi vokal di salah satu lagu, Jembatan Merah.

(540 views)