Khawatir Kiosnya Diambil Alih PKL Pasar Tanjung, Pemilik Kios Lama Kembali Berjualan`

Tempat yang disediakan oleh pemkab jember untuk relokasi pkl pasar tanjung, tidak sebanding dengan jumlah pkl yang akan dipindahkan. bahkan di pasar tegal besar muncul fenomena baru, pedagang yang dulunya sudah meninggalkan lapaknya saat ini mulai kembali.

Seperti diungkapkan Mantri Pasar Tegal Besar Sugeng Purwanto. Menurut Sugeng, pihaknya sudah menandai los dengan garis ukuran 2 kali 2, yang akan dipakai oleh PKL. selain los tersebut, pkl juga akan ditempatkan di kios-kios, yang sudah sejak lama ditinggalkan oleh penghuninya.

Dari semua tempat yang tersedia setelah dihitung, pasar tegal besar mampu menampung 130 pkl, dengan rincian 70 menempati los dan 60 menempati kios. namun saat ini muncul persoalan baru, pemilik kios yang sebenarnya sudah sejak 2002 lalu tidak menempati kiosnya lagi, kembali berjualan karena mereka tahu kios mereka akan diambil alih oleh pkl pasar tanjung.

Sementara Wakil Ketua Dprd Sementara Ayub Junaedi dan beberapa ketua fraksi, senin siang meninjau langsung pasar tegal besar. melihat kondisi ini ayub menilai memang pemkab tidak memiliki konsep yang matang untuk penataan pkl pasar tanjung.

Dari pasar tegal besar saja menurut ayub, jelas terlihat muncul beberapa persoalan baru. pertama jumlah yang tersedia hanya 130, padahal jumlah pkl untung suropati yang akan ditempatkan disana sebanyak 165. persoalan kedua pkl tidan mendapatkan tempat yang sama. ada yang menempati los ukuran 2 kali 2, ada juga yang menempati kios permanen ukuran 3 kali 4.

Perbedaan ini menurut ayub justru akan menimbulkan kesenjangan dan konflik sesama pkl. belum lagi banyaknya pedagang lama yang kembali menempati kiosnya, karena khawatir kiosnya diambil alih oleh pkl. otomatis jumlah tempat yang disediakan pemkab awalnya sudah kurang, akan semakin banyak kurangnya.

Ketua dan wakil ketua sementara dprd jember dan seluruh ketua fraksi yang menemui perwakilan pkl senin siang, menyayangkan ke tidaksiapan pemkab dalam melakukan penataan. pkl saat ini menjadi semakin sulit, karena mereka belum bisa menempati lokasi yang baru, sementara kios mereka yang lama di sekitaran pasar tanjung, sudah di hancurkan oleh satpol pp.

(565 views)