Perwakilan Kelompok Tani Margirahayu Desa Lojejer Wuluhan, Selasa siang mendatangi Komisi B Dprd Jember. Mereka menuntut dilakukannya perbaikan sabuk gunung watangan, yang selama ini menimbulkan sedikitnya 200 hektar lahan milik petani gagal panen.
Ketua Kelompok Tani Margirahayu Ismanto menjelaskan, selama ini pihaknya sudah berkali-kali mengadukan nasib mereka kepada dinas pengairan, namun tidak pernah ada tindak lanjutnya. padahal sabuk gunung sepanjang hampir 5 ribu meter, 90 persen sudah rusak sejak tahun 86 lalu.
Akibatnya lanjut ismanto, hampir setiap tahun ketika turun hujan, air dari gunung langsung masuk dan merusak lahan pertanian. sedikitnya 200 hektar lahan pertanian mengalami gagal panen, dengan kerugian sekitar 20 juta setiap hektarnya.
Sementara Anggota Komisi B Dprd Jember Karimullah mengatakan, bisa jadi ini terjadi akibat adanya pemboaran oleh pemerintah. terbukti ketika kelompok tani mengadukan nasibnya ke dinas pengairan, dinas pertanian dan dishutbun, mereka sama-sama saling lempar tanggung jawab.
Sebagai jawaban atas keluhan masyarakat ini, komisi b berjanji akan turun ke desa lojejer untuk melihat kondisi sabuk gunung. sehingga komisi b bisa mencarikan solusi agar sabuk gunung tersebut bisa segera diperbaiki. jika melihat sepanjang itu, karim pesimis seluruhnya bisa ditanggulangi dengan apbd kabupaten. untuk itu komisi b juga akan meminta bantuan kepada pemerintah propinsi dan pemerintah pusat.
Khusus untuk Petani Tembakau Di Lojejer Lanjut Karim, sebenarnya komisi b sudah merekomendasikan kepada dishutbun, agar melakukan inventarisasi jumlah petani tembakau yang gagal panen akibat terjadinya bencana seperti ini.
Petani tembakau inilah yang harusnya menjadi prioritas, untuk mendapatkan bantuan dari dana alokasi cukai. sebab ketika petani tembakau tahun ini gagal panen, dipastikan untuk menanam ditahun berikutnya mereka sudah dalam keadaan sangat lemah dari sisi permodalan.
(1.515 views)
