Hearing Tambang Diwarnai Aksi Walkout

GAMBAR-BERITA18Hearing gabungan seluruh Komisi DPRD Jember terkait polemik tambang pasir besi paseban diwarnai aksi walkout. setelah warga paseban walkout karena tidak diberi ijin berbicara dalam forum, diikuti aksi walkout komisi a dan d dprd jember, yang menilai rapat yang dipimpin Ketua Komisi B tidak jelas arahnya.

Hearing gabungan komisi dprd bersama Polres Jember, perwakilan investor tambang, masyarakat paseban dan sejumlah instansi terkait awalnya berjalan tertib. meski banyak interupsi baik dari anggota dewan maupun masyarakat, hearing yang dipimpin ketua komisi b anang murwanto masih bisa terkendali.

Namun diujung acara, pimpinan sidang tidak menerima usul sejumlah anggota dewan untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat paseban untuk berbicara. hingga akhirnya emosi masyarakat tak terbendung lagi, dan mereka memutuskan untuk walkout.

Lasidi Salah Satu Perwakilan Warga PasebanĀ  mengaku kecewa dengan hearing kali ini. padahal menurutnya, warga paseban yang meminta waktu kepada dewan untuk hearing. tetapi nyatanya masyarakat paseban justru tidak diberi waktu untuk bicara.

Prinsipnya masyarakat paseban akan tetap mempertahankan agar tidak ada aktifitas penambangan di paseban. jika masih tetap memaksa, maka masyarakat paseban menyatakan siap melawan dan menunggu siapapun yang berani datang ke paseban.

Setelah kondisi memanas hingga menimbulkan masyarakat paseban walkout, setidaknya 5 orang anggota dewan meminta hearing ditutup, dan dilanjutkan dengan pembentukan pansus. ketua komisi d ayub junaedi mengusulkan agar pimpinan dprd, segera mengundang pimpinan komisi dan fraksi untuk pembentukan pansus tersebut. namun usul ayub ini tidak direspon oleh pimpinan sidang, hingga akhirnya ayub juga memutuskan walkout.

Senada dengan Ayub, Ketua Komisi A Dprd Jember Mohammad Jufreadi juga menyarankan hal yang sama. menurutnya, percuma saja hearing yang sudah tidak kondusif ini dilanjutkan. eksekutif berada dalam tekanan, sehingga dikhawatirkan justru mengeluarkan penjelasan yang salah. lagi-lagi usul jufreadi juga tidak direspon oleh pimpinan sidang, hingga akhirnya jufreadi bersama wakil ketua komisi a evi lestari juga memutuskan walkot dari ruang sidang.

Sementara Kapolres Jember secara normatif menyatakan akan tetap melakukan pengamanan tambang, karena setelah dipelajari investor sudah mengantongi ijin yang diperlukan. justru menjadi salah bagi polisi jika tidak melaksanakan amanat undang-undang.

Persoalan ijin akan dicabut atau tidak bukan menjadi urusan polisi. jika memang ijin dicabut otomatis polisi akan melarang siapapun melakukan aktifitas penambangan, bahkan jika masih ada yang nekat akan dilakukan penangkapan.

(1.649 views)
Tag: