Proyek pembangunan median jalan di sepanjang jalan hayam wuruk kembali memakan korban. sebuah mobil kijang selasa petang menabrak median jalan, akibat jalan menyempit tanpa ada rambu dan tidak adanya lampu penerangan.
Supratikto pengemudi mobil kijang menjelaskan, dirinya tidak bisa melihat kalaau di depannya ada median jalan, karena tidak ada rambu yang menerangkan jalan menyempit. apalagi tidak ada penerangan jalan yang cukup, sehingga pengendara tidak tahu adanya median jalan.
Saat menghindari tong yang ada di tengah jalan, tepat di depannya ada angkot yang sedang melintas. karena jalan sempit, supratikto akhirnya banting stir ke kanan hingga menabrak median jalan.
Slamet salah satu warga jalan hayam wuruk menceritakan, peristiwa kecelakaan di jalan hayam wuruk sejak adanya median jalan hampir terjadi setiap hari. bahkan sehari sebelumnya, juga terjadi kecelakaan sebuah mobil box di tempat yang sama.
Sementara Kepala Unit Pendidikan Dan Rekayasa Satlantas Polres Jember Iptu Subagyo ketika dikonfirmasi mengatakan, sebenarnya forum lalu lintas melalui dinas perhubungan, sudah menegur pengembang median jalan.
Forum lalu lintas daerah meminta pembangunan median jalan dihentikan, sampai proses pelebaran jalan semesai. sebab idealnya lanjut subagyo, jika dibangun median jalan ruas jalan harus muat untuk 4 lajur kendaraan. saat ini ruas jalan hanya dua lajur, sehingga sangat tidak aman bagi pengguna jalan terutama pengendara roda empat.
(1.531 views)