Salah Satu Pasien RSD Subandi Dirawat Dengan Tangan Terborgol

Malang benar nasib Abdullah, seorang pasien gangguan jiwa di Rumah Sakit Subandi. Ia dirawat dengan kondisi tangan terborgol, layaknya pelaku kriminalitas. Kondisi ini sudah berlangsung hampir satu bulan, sejak yang bersangkutan dirawat di RSD Subandi.

Humas rsd subandi yustina evi tyaswati mengatakan, abdullah masuk di rsd subandi sejak tanggal 23 oktober lalu. saat itu yang bersangkutan diantar aparat kelurahan, dan kepolisian setempat, dengan kondisi tangan sudah terborgol.

Menurut keterangan dari RW dan aparat kelurahan, Abdullah terpaksa diborgol karena dinilai meresahkan masyarakat. ia pernah melukai salah satu warga. saat datang ke rsd subandi, abdullah berteriak memanggil nama anaknya, yang telah meninggal dunia.

Evi menambahkan, saat ini kondisi abdullah mulai stabil dan kooperatif. sehingga sudah semestinya borgol itu dibuka, karena dikawatirkan luka di pergelangan tangannya semakin parah. apalagi saat ini lukanya mulai membusuk. RSD Subandi lanjut evi, sebenarnya pernah meminta agar borgol itu dibuka, namun pihak polsek setempat menolaknya, dengan alasan harus ada persetujuan dari kelurahan.

Lebih lanjut Evi menjelaskan, saat ini pihaknya dalam kondisi dilematis. ia kawatir dianggap tidak manusiawi dalam penanganan pasien. sebab katanya, bisa saja rsd subandi melepas borgol itu secara paksa, dengan menggunakan las. tapi jika itu dilakukan, rsd subandi kawatir, akan dinilai merusak barang milik negara, sebab itu milik kepolisian.,

Sementara itu Kapolres Jember AKBP Jayadi, saat dikonfirmasi mengaku sudah memerintahkan kapolsek patrang, untuk segera melepas borgol pasien. sebab bagaimanapun kata dia, meski pasien itu mengalami gangguan jiwa, tidak seharusnya diperlakukan seperti itu. masih ada cara yang lebih manusiawi.

(954 views)
Tag: