Pengelola SPBU Diminta Tolak Kendaraan Plat Merah Jika Minta Diisi BBM Premium

Sekretaris Daerah Kabupaten Jember Sugiarto, meminta kepada seluruh pengusaha stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), untuk menolak pengisian bbm bersubsidi jenis premium, terhadap mobil ber plat merah.

Kepada sejumlah wartawan Sugiarto menerangkan, sesuai dengan Peraturan Menteri ESDM Nomer 12 Tahun 2012,  tentang pengendalian penggunaan bahan bakar minyak, Per 1 Agustus mobil plat merah dilarang menggunakan bbm jenis premium. Untuk itu pemkab sudah melakukan instruksi kepada seluruh pejabat, agar menggunakan bbm non subsidi berupa Pertamax.

Sugiarto menambahkan, sebagai konsekuensi kebijakan itu pemkab akan melakukan efisiensi terhadap perjalanan dinas. Misalkan, satu mobil dinas bisa digunakan beberapa pejabat, jika undangannya berada dalam satu tempat. Sebab katanya, dalam APBD Tahun 2012 anggaran bbm perjalanan dinas menggunakan premium.

Terkait penggunaan stiker di mobil dinas, Menurut Sugiarto, sejauh ini tidak perlu digunakan. Sebab sangat mudah untuk dilakukan identifikasi, dengan melihat warna plat nomer.

Sementara itu, salah satu Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Jember, Dimas, mengaku mengisi kendaraan roda duanya dengan bbm pertamax, karena ada keputusan pemerintah pusat, yang melarang kendaraan dinas menggunakan premium.

Semestinya lanjut Dimas, kebijakan tersebut tidak diberlakukan bagi seluruh kendaraan dinas. Harus ada pembatasan dan jenis- jenis tertentu. Dimas mengaku sedikit keberatan dengan kebijakan itu. Sebab fasilitas kendaraan roda dua, seperti yang digunakannya semestinya diperbolehkan menggunakan premium.

(914 views)
Tag: