Desak Penutupan Salah Satu Pesantren, Warga NU Puger Ngluruk Kejaksaan Negeri Jember

Puluhan Warga NU Puger, Senin siang, ngluruk ke Kejaksaan Negeri Jember. Mereka mendesak kejaksaan untuk menutup salah satu pesantren di Puger.

Koordinator Tim Advokasi MWC NU Puger, Mohammad Soleh mengatakan, beberapa waktu lalu, MUI Jember telah mengeluarkan hasil kajian, ajaran salah satu pesantren di puger berbeda dengan masyarakat sekitar. Untuk itulah, agar persoalan tersebut tidak berbuntut panjang, pihaknya mendesak kejaksaan segera mengambil tindakan tegas.

Soleh menambahkan, pihaknya akan terus mengawal kasus tersebut, hingga ada keputusan tegas dari aparat terkait. Soleh mengancam akan menggelar unjuk rasa besar- besaran, jika tidak ada keputusan tegas.

Sementara Itu Kasi Intel Kejaksaan Negeri Jember, Eko Cahyono mengaku saat ini pihaknya masih melakukan kajian mendalam, terkait hasil keputusan MUI mengenai faham keagamaan, yang memicu konflik dua kelompok di puger.

Eko menambahkan, ada banyak aspek yang harus dikaji, untuk mengambil keputusan tersebut. Termasuk kejaksan akan mempelajari secara mendalam, mengenai kasus serupa yang pernah terjadi di madura, sebagaimana pernyataan yang disampaikan warga, pada saat audiensi.

Pantauan Kiss Fm di lapangan, Puluhan Warga NU Puger, ditemui empat kasi, kintel, kasis pidum, kasi pidsus, dan kasi datum. Sedangkan Kajari Jember, Aris Surya sedang ada tugas ke Kejaksaan Tinggi Jawa Timur.

(1.008 views)
Tag: