Perusahaan Daerah Perkebunan (PDP), sejak awal bulan lalu kekurangan tenaga kerja harian lepas. Pengakuan ini disampaikan Direktur Utama PDP Jember, Sujatmiko, Rabu pagi.
Kepada sejumlah wartawan, Sujatmiko menerangkan, kondisi tersebut terjadi hampir merata di semua kebun. Ini dikarenakan, panen kopi di kebun PDP bersamaan dengan kebun milik perorangan, maupun swasta.
Akhirnya lanjut Sujatmiko, pihaknya terpaksa mencari tenaga kerja dari luar daerah tempat kebun berada. Sebagai konsekusensinya, biaya operasional PDP semakin membengkak.
Perhari menurut Sujatmiko, pihaknya membutuhkan tenaga kerja hingga 200 hingga 300 orang. Sebelum musim panen bersamaan tersebut, PDP tidak pernah kekurangan tenaga kerja.
Data yang berhasil dihimpun Kiss Fm, PDP Jember memiliki 2000 hektar lebih kebun kopi, yang tersebar di enam kebun. Diantaranya, Kali Mrawan, Gunung Pasang, Sumberwadung, Ketajek, Sumber Tenggulun, dan Sumberpandan.
Untuk tahun ini, PDP menargetkan produksi kopi sebanyak 1200 ton. Selama dua terakhir, Tahun 2011 dan 2010, produksi kopi di kebun PDP merosot tajam hingga 70 persen, ini disebabkan karena anomali cuaca.
