Tim Advokasi MWC NU Puger Desak Polres Tuntaskan Kasus Penganiayaan Tokoh NU

Tim Advokasi MWC NU Puger mendesak Polres Jember segera mengusut tuntas kasus penyerangan Warga NU Puger, yang terjadi beberapa waktu lalu. Tim advokasi menilai pihak kepolisian tidak serius menyelesaikan persoalan ini.

Ketua Tim Advokasi MWC Puger Mohammad Sholeh mengatakan, berdasarkan hasil investigasi yang dilakukan tim advokasi, diduga ada 4 orang yang berperan sebagai otak peristiwa penyerangan ini. Namun sampai saat ini tidak ditangkap oleh pihak kepolisian.

Memang lanjut Sholeh, polres menahan satu warga puger, tetapi ternyata bukan otak intelektual sebenarnya. Sholeh khawatir jika persoalan ini dibiarkan berlarut-larut, akan terjadi kerusuhan yang lebih besar. Karena emosi Warga NU yang lain tidak bisa dibendung terlalu lama lagi. Bahkan sholeh mengancam akan melakukan aksi menduduki Polres Jember, bersama dengan PCNU Kencong Dan Jember jika aspirasinya tidak ditanggapi.

Sementara Kabag Humas Polres Jember AKP Bangun Wicoro ketika dikonfirmasi mengatakan, memang sejauh ini pihaknya baru mengamankan satu orang pelaku. Namun tidak menutup kemungkinan akan ada pelaku lain yang akan diamankan. Hanya saja polisi tidak bisa serta-merta menahan seseorang tanpa dilengkapi bukti yang kuat. Saat ini penyidik masih berupaya mengumpulkan alat bukti dan saksi-saksi lain untuk menguatkan dugaan tersebut.

Lebih lanjut Bangun menjelaskan, pada prinsipnya persoalan tersebut sudah selesai. Polres beberapa waktu lalu mengundang kedua belah pihak beserta MUI, untuk menyelesaikan konflik terkait persoalan ajaran yang dipermasalahkan. Setelah dimediasi mui, kedua pihak sepakat sama-sama menahan diri, sementara polres terus berupaya menyelesaikan persoalan terkait pelanggaran hukum yang terjadi.

 

(1.052 views)
Tag: