Isu Lapindo Tidak Berdampak Signifikan Terhadap Abu Rizal Bakrie

Politisi Senior Partai Golkar Mahmud Sardjujono, optimis isu Lapindo tidak berdampak signifikan dalam pencalonan Abu Rizal Bakie dalam pilpres mendatang. Meski berangkat dari partai sebesar Golkar, ketokohan Prabowo dan Surya Paloh Menurut Mahmud tidak bisa dianggap enteng.

Mahmud menjelaskan, pencalonan presiden dalam golkar bisa ditentukan melalui beberapa rapat berskala nasional, sesuai kesepakatan. Menjadi sangat wajar jika kemudian ketua umum yang diusung sebagai calon presiden. Satu hal yang dirasa cukup menguntungkan bagi Ical, karena diberangkatkan oleh partai yang besar.

Meski demikian bukan berarti Ical bisa dipastikan menang, Sebab Prabowo dan Surya Paloh Tidak bisa dianggap enteng. Surya Paloh misalnya, sesuai hasil survey Partai Nasdem yang akan mengusungnya bisa masuk 4 besar. Sedangkan Prabowo selain ketokohannya sudah menggurita, diprediksi kedepan masih akan bergandengan tangan dengan PDI Perjuangan. Hal ini terlihat dalam pencalonan Jokowi sebagai Gubernur DKI, berkoalisi dengan PDI Perjuangan.

Isu lapindo memang dirasa sebagai senjata pamungkas yang akan digunakan lawan politik untuk menghabisi Ical dalam pilpres mendatang. Namun dari kaca mata mahmud, isu lapindo hanya efektif di kalangan masyarakat perkotaan. Sementara masyarakat di pedesaan sama sekali tidak perduli dengan isu tersebut. Sehingga strategi pemenangan yang paling tepat bagi Golkar Menurut Mahmud, berupaya meraup suara penuh di masyarakat pedesaan.

Ketika disinggung persoalan yang perlu dibenahi di internal golkar untuk memenangkan pilpres mendatang, Mahmud melihat perlu adanya meningkatkan kembali kekompakan secara internal. Meski akan muncul banyak calon, ketika sudah diputuskan oleh partai, maka secara internal seluruh kader golkar harus berjuang untuk satu suara.

Mahmud juga mengingatkan, suara golkar saja masih belum cukup untuk memenangkan Ical. Masih dibutuhkan banyak lagi suara dari luar golkar,, sehingga yang perlu dilakukan, membentuk tim pemenangan yang tidak hanya melihat pilpres dengan kacamata jakarta, tetapi indonesia secara keseluruhan.

(869 views)
Tag: