Pemkab Tunggu Petikan Putusan Mahkamah Agung Untuk Ajukan Proses Pengaktifan Kembali Kusen Andalas

Pemkab Jember sampai saat ini masih menunggu petikan putusan Mahkamah Agung terhadap kasus dugaan korupsi yang dijatuhkan kepada wakil bupati Jember non aktif Kusen Andalas. Dengan dasar petikan tersebut baru bisa dilakukan usulan pengaktifan kembali Kusen sebagai wakil bupati Jember.

Kabag hukum pemkab Jember Hari Mujianto ketika dikonfirmasi mengatakan, samapai saat ini dirinya tidak tahu persis isi putusan Mahkamah Agung terhadap Kusen Andalas. Hanya saja informasi informal yang diperolehnya memang Kusen dijahuti putusan bebas.

Jika benar demikian lanjut Hari, pemkab hanya tinggal menunggu petikan putusan yang akan dijadikan dasar oleh bupati, untuk mengajukan pencabutan status non aktif kepada Mendagri melalui gubernur Jawa Timur. Seperti pengalaman sebelumnya, jika persyaratan administrasi lengkap dan pejabat yang dituju ada di tempat, hanya dibutuhkan waktu satu sampai dua minggu untuk pengaktifan kebali kepala daerah yang sebelumnya di nonaktifkan karena tersandung persoalan hokum.

Diberitakan sebelumnya, wakil bupati Jember Kusen Andalas dinonaktifkan oleh mendagri, sejak dirinya menjalani proses persidangan sebagai terdakwa dalam kasus dugaan korupsi dana operasional pimpinan DPRD Jember. Dalam sidang tersebut Pengadilan Negeri Jember menjatuhkan vonis bebas terhadap Kusen, sehingga jaksa penuntut umu mengajukan kasasi.

Kabar terakhir dari kuasa hukum terdakwa, Mahkamah Agung menolak kasasi yang diajukan jaksa penuntut umum. Dengan demikian, Mahkamah Agung menguatkan putusan Pengadilan Negeri Jember, yang menjatuhkan vonis bebas terhadap Kusen. Meski demikian secara legal formal kuasa hukum terdakwa belum menerima salinan putusan Mahkamah Agung tersebut dari Pengadilan Negeri Jember.

(808 views)
Tag: