RSD Subandi Tolak Talangi Dana Jamkesda

RSD Subandi Jember menolak memberikan talangan biaya perawatan kesehatan bagi masyarakat miskin diluar kuota Jamkesmas. Padahal Dana  Jamkesda untuk mencover biaya perawatan masyarakat miskin diluar kuota jamkesmas, diperkirakan akan habis terpakai akhir Mei mendatang.

Direktur RSD Subandi Jember Yuni Ermitha menjelaskan, jika memang dana jamkesda akhir mei mendatang habis terpakai, RSD Subandi tetap akan memberikan pelayanan kepada masyarakat miskin, hanya saja mereka harus membayar sendiri biaya perawatannya secara penuh. Jika biaya perawatan dibebankan kepada rumah sakit, menurut yuni tidak akan lama lagi rumah sakit akan Kolab.

Menurut Yuni hanya ada satu solusi untuk memperpanjang waktu habisnya dana jamkesda, yakni dengan cara sharing biaya perawatan. Sehingga biaya perawatan masyarakat miskin tidak gratis 100 persen, tetapi ada sebagian yang harus di bayar sendiri oleh masyarakat. Sebab fungsi rumah sakit untuk memberikan pelayanan kesehatan, bukan sebagai dinas social.

Diberitakan sebelumnya, APBD Jember memberikan alokasi anggaran untuk dana  jamkesda tahun 2012 sebesar Rp 6,3 Milyar. Hingga maret lalu dana jamkesda yang sudah terpakai untuk 3 rumah sakit pemerintah mencapai RP 4,2 Milyar. Untuk RSD Subandi sendiri perbulan dibutuhkan anggaran 1,2 milyar rupiah, untuk biaya perawatan masyarakat miskin yang datang menggunakan Surat Pernyatan Miskin (SPM). Sehingga dalam 3 bulan rsud subandi sudah menggunakan dana jamkesda sebesar 3,6 milyar rupiah.

 

Jauh-jauh hari Direktur RSD Subandi Yuni Ermitha sudah mengingatkan dinas kesehatan, agar lebih selektif dalam melakukan verifikasi pengguna SPM. Sebab fakta yang terjadi, tidak semua pasien yang datang membawa spm ke RSD Subandi benar-benar miskin sesuai dengan criteria.

(678 views)
Tag: