Petani Tembakau Tuntut Tambahan Bagi Cukai Rokok

Petani Tembakau Kabupaten Jember menuntut tambahan bagi hasil cukai rokok. Dana tersebut rencananya akan digunakan untuk berbagai kegiatan, dengan tujuan peningkatan kualitas Tembakau Jember.

Wakil Ketua Komisi Urusan Tembakau Jember Abdul Kahar Muzakir mengatakan, dana bagi hasil cukai rokok tersebut sebaiknya digunakan untuk memperbaiki gudang milik petani, yang roboh. Dari data yang ada sedikitnya 89 gudang roboh akibat puting beliung beberpa waktu lalu. Selain itu kualitas Tembakau Jember juga harus ditingkatkan.

Sebab menurut Kahar, dengan meningkatnya kualitas tembakau, maka nilai ekspor juga meningkat. Otomatis devisa yang didapat oleh negara juga meningkat. Seiirng dengan peningkatan devisa, maka kesejahteraan karyawan juga akan terjamin. Tetapi jika kualitas tembakau melorot terus, lama-lama pekerja tembakau akan memilih bekerja sebagai tki dibanding sebagai petani tembakau.

Kegagalan panen tembakau di Jember mayoritas karena ketidaktahuan petani. Penggunaan pupuk yang benar sering kali diabaikan,, karena itu muncul gagasan membuat sekolah tembakau, yang merupakan kerjasama pemerintah dengan swasta. Pemerintah memberikan fasilitas apa yang dibisa diberikan kepada pihak swasta.

Sementara Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia Abdul Halim Hamam mengatakan, dari cukai rokok sebesar Rp 11 Milyar Tahun 2011 lalu, petani hanya mendapat bagi hasil 10 persen. Padahal idealnya sepertiga dari cukai tersebut kembali kepada petani untuk peningkatan kualitas. Meski petani saat ini menuntut bagi hasil sebesar 50 persen, menurut hamam 35 persen saja dirasa sudah cukup, untuk membantu petani dalam mengatasi anomali cuaca saat ini.

(626 views)
Tag: