Disnakertrans Kros Cek Dugaan Pelanggaran UMK

Kepala Dinas Tenaga Kerja Jember Ahmad Hariyadi, akhirnya turun ke sejumlah perkebunan di Kabupaten Jember, untuk menindak lanjuti laporan dugaan pelanggaran pelaksanaan Upah Minimum Kabupaten yang disampaikan pengunjuk rasa dalam hari buruh beberapa waktu lalu.

Menurut Hariyadi, selain turun ke seluruh perkebunan milik Perusahaan Daerah Perkebunan, dirinya juga turun ke sejumlah kebun milik perusahaan swasta. Hanya kebun milik PTPN X dan XII yang tidak disinggahi, karena disana sudah cukup kondusif.

Ternyata buruh kebun dibawah perusahaan daerah perkebunan yang sudah diangkat sebagai karyawan, memang sudah dibayar sesuai dengan umk kabupaten senilai 920 ribu rupiah perbulan. Hanya saja yang menuntut gaji sesuai UMK merupakan buruh harian lepas. Sesuai aturan upah sesuai UMK hanya diberikan kepada buruh yang memiliki jam kerja mulai jam 7 pagi hingga jam 4 sore. Sedangkan buruh harian lepas tidak bekerja sesuai jadwal seperti karyawan biasanya.

Selanjutnya Hariyadi juga akan turun ke sejumlah kebun milik perusahaan swasta, yang diduga melakukan pelanggaran terkait pembayaran upah sesuai UMK. Hariyadi menyarankan manajemen perusahaan terbuka terkait persoalan keuangan kepada karyawannya. Sebab jika dipaksakan perusahaan harus membayar sesuai umk, tetapi nyatanya tidak mampu tentu perusahaan juga yang akan hancur.

(792 views)
Tag: