Enam Saksi Tidak Ada Yang Memberatkan Terhadap Mantan Kadispendik

Keterangan enam kepala sekolah yang menjadi saksi, dalam lanjutan sidang kasus dugaan korupsi dana alokasi khusus, DAK Dinas Pendidikan Jember, dengan terdakwa mantan Kadispendik, Ahmad Sudiono, tidak ada yang memberatkan.

Salah satu penasehat hukum terdakwa, Mohammad Nuril, ketika dikonfirmasi melalui telfon selulernya mengatakan, dalam persidangan, enam kepala sekolah menyatakan, tidak ada intervensi sama sekali dari kepala dinas pendidikan, yang saat itu dijabat terdakwa, mulai proses sosialisasi hingga distribusi buku dan alat peraga.

Kemudian lanjut Nuril, persoalan keterlambatan pendistribusian barang, di dalam aturan tidak ada yang mengatur kapan barang tersebut harus sampai ke sekolah. Yang tertulis hanya batas waktu akhir diterima dinas pendidikan. Sesuai tanda terima, barang tersebut sudah diterima dinas pendidikan per tanggal 15 dan 16 desember 2010.

Begitupun kata Nuril dengan persoalan spesifikasi barang. Kepala sekolah bukan saksi ahli, untuk menilai kualitas barang yang diterimanya. Kepala sekolah menyatakan jika barang sudah diterima lengkap, dan tidak ada komplain.

Jadi kata Nuril, jika dilihat dari seluruh keterangan saksi yang dihadirkan jaksa, apa yang didakwakan jaksa kepada kliennya, tidak bisa dibuktikan di depan persidangan. Sidang selanjutnya akan dilanjutkan rabu pekan depan, dengan agenda pemeriksaan saksi- saksi.

(674 views)
Tag: