Siswa MAN II Jember Jadi Korban Pemukulan Oknum Guru

Kekerasan terhadap siswa kembali terjadi di Jember. Kali ini Fathurozi, Siswa Kelas XI Madrasah Aliyah Negeri II Jember menjadi korban pemukulan yang dilakukan guru olah raga. Orang tua siswa tidak terima perlakuan ini, menuntut pihak sekolah memindah tugaskan guru yang melakukan pemukulan tersebut.

Fathurozi menceritakan, hari senin lalu saat pelajaran olahraga, disekolahnya sedang dilakukan razia kerapian rambut. Guru olah raga MAN II Jember berinisial SH, memotong rambut Fathurozi, yang dinilai terlalu panjang. Padahal hari sabtu sebelumnya, rambutnya sudah dipotong oleh guru lain, juga ketika razia kerapian rambut.

Merasa rambutnya dipotong terlalu pendek, Fathurozi memprotes SH. Mendengar protes dari siswanya, SH kemudian menampar muka Fathurozi. Tidak terima perlakuan SH fathurozi langsung pulang dan melaporkannya kepada orang tuanya.

Romli orang tua fathurozi ketika dikonfirmasi mengatakan, sampai saat ini anaknya masih trauma dengan kejadian tersebut. Karena itu Romli menuntut pihak sekolah memberhentikan SH, atau setidaknya memindahtugaskan dari MAN II. Jika tuntutannya tidak dipenuhi, Romli mengancam akan melaporkan kejadian ini kepada pihak kepolisian, sekaligus memindahkan anaknya untuk sekolah di tempat lain.

Sementara Staf Kesiswaan MAN II Jember Joko Purnomo menilai, pemukulan yang dilakukan SH kepada Fathurozi, masih dalam batas kewajaran, sebagai bentuk peringatan keras kepada siswanya. Sebab sebelum pemotongan rambut tersebut dilakukan, Fathurozi melakukan perlawanan. Meski demikian Joko memastikan pemukulan yang dilakukan tidak terlalu keras seperti yang disampaikan orang tua siswa.

Joko memahami sesuai aturan melakukan kekerasan terhadap siswa tidak dibenarkan. Tetapi karena keterbatasan sebagai manusia biasa, Joko berharap kedua belah pihak bisa saling menyadari dan tidak memperpanjang persoalan ini. Yang jelas pihak sekolah juga tidak akan membiarkan perlakuan guru tersebut. Kepala sekolah pasti akan menjatuhkan sangsi, bisa penundaan pangkat atau sangsi lain sesuai dengan tingkat kesalahan yang dilakukan.

(719 views)
Tag: