22 PAC PKNU Desak Muscabsus

Gonjang ganjing ditubuh DPC Partai Kebangkitan Nasional Ulama Jember memuncak. 22 dari 31 Pengurus Anak Cabang Rabu siang mendatangi kediaman Ketua Dewan Syuro DPC PKNU Jember KH Hilmi Abdul Rozak. Mereka menuntut segera dilakukan musyawarah cabang khusus, untuk memilih Ketua Tanfidz DPC PKNU definitive.

Ketua PAC Umbulsari yang juga sebagai juru bicara 22 PAC Syaikul Islam mengatakan, 22 PAC PKNU Jember menilai penunjukan Imam Ghozali Aro sebagai Ketua DPC PKNU Jember jelas-jelas menyalahi AD/ ART partai. Seharusnya jika menurunkan Marzuki Abdul Ghofur sebagai ketua dpc hasil muscab, untuk memilih penggantinya juga harus melalui muscabsus.

Dulu PAC menerima ditunjuknya IGA, karena Menurut Ketua Dewan Suro DPC PKNU Jember KH Hilmi, sesuai hasil rapat koordinasi di pendopo, IGA hanya sebagai pejabat sementara sambil menunggu dilakukannya muscabsus. Yang menjadi persoalan, DPP kemudian mengeluarkan sk pengangkatan IGA sebagai Ketua DPC PKNU Jember definitive.

Syaikul menegaskan, permintaan dilakukannya muscabsus bukan atas dasar suka tidak suka, tetapi hanya untuk mematuhi AD/ ART partai. PAC tidak mempersoalkan meskipun IGA ataupun Marzuki Abdul Ghofur ikut maju lagi sebagai ketua dpc, asal dilakukan secara fair sesuai mekanisme yang benar.

Sementara Ketua Dewan Suro DPC PKNU Jember KH. Hilmi mengakui jika dalam pertemuan di pendopo sebelumnya, IGA ditunjuk sebagai pejabat sementara Ketua Tanfidz DPC PKNU Jember. KH Hilmi mengaku tidak tahu secara detail apa kesalahan marzuki sehingga di copot dari jabatannya, serta apa alasan dpp mengeluarkan SK Pengangkatan Iga sebagai ketua definitive.

Untuk menyudahi polemik ini lanjut KH Hilmi, memang tidak ada jalan lain selain dilakukannya muscabsus. Siapapun yang terpilih dalam muscabsus nantinya, merupakan keputusan final yang akan diterima oleh seluruh PAC. Jadi pada intinya muscabsus hanya akan memperkuat kedudukan Ketua DPC PKNU definitive.

KH Hilmi membantah permintaan mayoritas pac untuk menggelar muscabsus berkaitan dengan adanya kebijakan kompensasi suara. Menurut KH Hilmi persoalan kompensasi suara sudah bisa diselesaikan secara kekeluargaan di Internal DPC PKNU. Permintaan PAC ini murni karena ingin mematuhi AD/ ART partai.

Mengenai kapan akan dilakukan muscabsus, KH. Hilmi masih akan membicarakannya dengan seluruh PAC. Jika memang untuk kepentingan partai, KH Hilmi sangat yakin DPW maupun DPP tidak akan keberatan dilakukannya muscabsus sesuai dengan keinginan mayoritas PAC.

(650 views)
Tag: