Polisi Bubarkan Tabligh Akbar HTI

Tabligh Akbar yang digelar Organisasi Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Jember, minggu malam di Dusun Besuk Desa Wirowongso Kecamatan Ajung, dibubarkan aparat kepolisian. Pembubaran itu dilakukan karena belum mengantongi izin, dari pihak kepolisian dan pemerintah desa setempat.

Kapolres Jember Ajun Komisaris Besar Polisi Jayadi mengaku, setelah dilakukan kroscek kepada pihak penyelenggara, rupanya belum mengantongi surat rekomendasi, dari kantor desa setempat. Polres Jember sendiri katanya, juga belum memberikan rekomendasi, karena surat dari desa belum bisa ditunjukkan.

Apalagi lanjut Jayadi, ada kelompok masyarakat lain, yang tidak menghendaki kegiatan yang digelar HTI minggu malam. Sehingga daripada terjadi konflikk horizontal, akhirnya ia memutuskan untuk menghentikan kegiatan tersebut.

Jayadi menegaskan, posisi polisi tetap ada di tengah, tidak berada pada satu kelompok. Sebab polisi berfungsi untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat, apabila akan menggelar kegiatan.

Sementara itu Juru Bicara Pengurus HTI Jember, Mohammad Abu Syifak, membantah jika belum mengantongi izin kegiatan. Semula katanya, kegiatan itu digelar di Desa Lampeji Kecamatan Mumbulsari. Namun karena sesuatu hal, akhirnya dipindah ke Desa Wirowongso.

Syifak berpendapat, karena sifatnya hanya pemindahan lokasi, maka tidak perlu lagi untuk mengurus izin. Apalagi tempat yang akan digunakan kegiatan, merupakan milik pribadi yang sudah disewa oleh penyelenggara.

Sebenarnya lanjut Syifak, pihaknya sudah mengirim surat kepada Kepala Desa Wirowongso. Namun karena waktu yang sangat pendek, dan kepala desanya sedang ada kegiatan, maka surat itu belum keluar.

Syifak mengaku bisa memaklumi keputusan yang diambil kepolisian. Sebab keputusan itu demi kemaslahatan umat islam di Jember. Meski demikian katanya, kegiatan semalam sempat terlaksana sekitar satu jam lamanya.

(1.062 views)
Tag: