Unej Bentuk Tim Hukum Untuk Kaji Ulang Perjanjian Dengan Campus Resto

Setelah beberapa waktu lalu Pihak Universitas Jember mengirimkan teguran tertulis kepada pengelola campus resto, kali ini Unej membentuk tim kajian yang beranggotakan 3 orang pakar hukum, untuk meninjau ulang isi perjanjian antara pengelola campus resto dengan Unej.

Rektor Universitas Jember Mohammad Hasan ketika dikonfirmasi Senin siang mengatakan, beberapa waktu lalu pihaknya sudah mengirimkan teguran tertulis, yang intinya meminta pengelola campus resto melakukan usaha sesuai dengan perjanjian awal.

Langkah berikutnya lanjut Hasan, saat ini Unej sudah membentuk tim kajian terdiri dari 3 orang pakar hukum, yang diketuai Kusmono dari Fakultas Hukum Unej. Karena Menurut Hasan, pengelolaan seluas-luasnya yang diberikan kepada pihak campus resto tidak rasional. Selain itu jam operasional selama 24 jam juga merupakan salah satu item yang akan di adendum atau direvisi. Sebab bagaimanapun jam operasional harus dibatasi, karena dinilai pasti akan berpengaruh kepada perubahan prilaku mahasiswa.

Lebih jauh Hasan menerangkan, seharusnya yang namanya perjanjian tentu menguntungkan kedua belah pihak. Keputusannya untuk mengevaluasi perjanjian dengan pengelola campus resto, bukan untuk mencabut keseluruhan perjanjian, tetapi akan dibicarakan dengan oleh kedua belah pihak agar tidak menimbulkan persoalan bagi salah satu pihak.

Diberitakan sebelumnya, Kuasa Hukum Campus Resto Roni Hamzah dalam hearing dengan Komisi B DPRD Jember mengatakan, dalam perjanjian kerjasama pihaknya diberi kebebasan mengelola aset unej tersebut seluas-luasnya. Sehingga ketika salah satu unit usahanya diganggu oleh pohak lain, Roni mengancam 0kan mengajukan gugatan kepada pihak universitas jember.

Polemik persoalan campus resto bermula ketika ada pengembangan usaha rumah karaoke. Meski Kantor Pariwisata mengaku sudah mengeluarkan ijin café dan rumah karaoke sejak Tahun 2010 lalu, Komisi B menilai pemberian ijin tersebut kebablasan. Sebab sesuai HO dan IMB, Aset Unej tersebut digunakan untuk apotik dan rumah makan, bukan untuk rumah karaoke.

 

(533 views)
Tag: