Siswa SMK Negeri Tanggul Akhirnya Bisa Laksanakan Ujian Kompetensi

Ujian kompetensi di SMK Negeri Tanggul yang sempat gagal dilakukan karena terjadinya aksi mogok para guru dan siswa, Selasa pagi dipastikan akan dilaksanakan. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Jember Bambang Hariono, usai berkomunikasi dengan seluruh Guru Di SMK Negeri Tanggul.

Dalam hearing bersama Komisi D DPRD Jember Senin siang, Bambang menerangkan, peristiwa yang terjadi di SMK Negeri Tanggul merupakan sejarah yang sangat memalukan bagi dunia pendidikan. Dinas Pendidikan sudah mengambil langkah-langkah untuk menyelesaikan persoalan ini. Setidaknya ujian kompetensi dan ujian nasional harus terlaksana.

Setelah minggu malam Bambang memanggil kepala sekolah, dan senin pagi tim dari dinas pendidikan menemui seluruh Guru SMK Tanggul, dipastikan selasa pagi sedikitnya 400 orang Siswa SMK Tanggul akan melaksanakan ujian kompetensi susulan. Bambang berjanji akan mengawal langsung pelaksanaan ujian kompetensi di SMK Tanggul.

Sementara Anggota Komisi D DPRD Jember Mohammad Hafidi Holis menyarankan, selain mengupayakan ujian kompetensi dan unas berjalan lancar, dinas pendidikan juga harus mengambil langkah strategis untuk mengantisipasi agar peristiwa serupa tidak pernah terjadi lagi. Setidaknya dinas pendidikan menonaktifkan sementara Kepala Sekolah SMK Tanggul, sampai pemeriksaan yang dilakukan inspektorat selesai.

Tetapi bukan berarti Dinas Pendidikan mencopot kepala sekolah smk tanggul dari jabatannya. Sebab belum tentu dari hasil pemeriksaan inspektorat, kepala sekolah terbukti melakukan kesalahan sesuai dengan yang dituduhkan kepadanya. Jika memang tidak terbukti, dinas pendidikan juga harus segera mengaktifkannya kembali sebagai kepala sekolah smk negeri tanggul.

Komisi D DPRD Jember memberikan waktu kepada Kepala Dinas Pendidikan, untuk segera mencari tahu penyebab terjadinya aksi guru dan siswa tersebut. Sebab dikhawatirkan, aksi tersebut muncul hanya gara-gara konflik personal, yang kemudian memanfaatkan siswa untuk menarik perhatian. Jangan sampai gejala semacam ini dicontoh oleh sekolah-sekolah lain.

Diberitakan sebelumnya, Seluruh Guru Di SMK Negeri Tanggul pekan lalu menolak memberikan ujian praktek atau uji kompetensi kepada siswanya, karena tuntutan pergantian kepala sekolah yang mereka ajukan belum dikabulkan oleh dinas pendidikan.

(874 views)
Tag: