GMNI Minta Polisi Lakukan Uji Forensik Terhadap Luka Tembak Rahmatullah

Puluhan Aktifis Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Komisariat Sastra Unej, Senin pagi berunjuk rasa di depan Mapolres Jember. Mereka mendesak polisi untuk melakukan uji forensik terhadap luka tembak yang dialami Rahmatullah, seorang terdakwa perampokan, yang diduga salah tangkap.

Korlap Aksi Vian Hendro Legowo mengatakan, berdasarkan keterangan orang tua rahmatullah, polisi menembak Rahmatullah dari jarak dekat. Padahal saat ditangkap, yang bersangkutan sama sekali tidak melakukan perlawanan.

Vian juga mensiyalir, kasus yang dialami rahmatullah penuh dengan rekayasa. Sebab selama proses persidangan banyak ditemui kejanggalan. Salah satunya banyak keterangan saksi yang tidak sama.

Untuk itu lanjut Vian, GMNI meminta Kapolres Jember untuk menindak tegas, oknum polisi yang telah melakukan penembakan terhadap Rahmatullah. Selain berorasi, aktifis gmni juga melakukan aksi teatrikal, dengan melempar telur busuk ke tiga pocong, yang bertuliskan Jaksa, Polisi, Dan Hakim. Tiga pocong ini sebagai simbol ada konspirasi busuk dalam penegakan hukum di jember.

Sementara Kasatreskrim Polres Jember, Ajun Komisaris Polisi Alith Alarino, ketika dikonfirmasi sejumlah wartawan, enggan berkomentar terkait kasus dugaan salah tangkap ini.

Setelah berorasi di Depan Mapolres Jember, Aktifis GMNI melanjutkan aksinya di kantor DPRD Jember. Perwakilan pengunjuk rasa ditemui Wakil Ketua DPRD Jember, Lukman Winarno.

(668 views)
Tag: