Mutasi Eselon IV Diindikasi Menyisakan Persoalan

Mutasi pejabat Di Lingkungan Pemkab Jember, diindikasi  menyisakan persoalan. Dari temuan Forum Komunikasi Anak Bangsa, persolan muncul pada pelantikan Pejabat Eselon IV. Terutama terkait lemahnya koordinasi BKD dengan atasan langsung personil yang  dimutasi.

Koordinator Forum Komunikasi Anak Bangsa Suharyono menjelaskan, setelah melakukan penelusuran, ada indikasi tentang  semrawutnya proses administrasi mutasi Pejabat Eselon IV. Diantaranya terjadi di lingkungan dinas pendidikan. Beberapa  Kepala UPTD Pendidikan mengaku tidak diberitahu akan ada anak buahnya yang dimutasi ke tempat lain. Akibatnya Kepala UPTD kebingungan untuk mengisi jabatan yang kosong tersebut.

Selain lemahnya koordinasi, Suharyono juga melihat gelagat proses yang tidak sehat pada mutasi yang dilaksanakan Rabu kemarin. Suharyono lantas menunjuk  mantan kepala desa yang sudah dua periode tidak pernah menjalankan tugasnya sebagai guru, tiba-tiba diangkat sebagai pejabat structural. Bahkan ada juga Kasubag TU sebuah SMP yang tiba-tiba dilantik menjadi kasubag kelurahan.

Hal tersebut diakui Kepala UPTD Kalisat Didit Aji Purnomo. Menurut Didit, dirinya tidak pernah dimintai pertimbangan atau diberi informasi sebelumnya, bahwa Kepala Sekolah SD Ajung akan diangkat sebagai Kepala UPTD Silo. Akibatnya saat ini terjadi kekosongan jabatan di sekolah yang ditinggalkannya.

Seharusnya menurut Didit, Kepala UPTD diberi tahu sebelum ada kepala sekolah di wilayahnya akan dimutasi ke daerah lain. Sehingga UPTD bisa menyiapkan orang yang tepat untuk mengisi jabatan yang ditinggalkan. Sebab UPTD yang bersentuhan langsung dengan kepala sekolah tentu lebih tahu kualitas orang-orang yang ada di wilayahnya

Selain informasi kesemrawutan dilingkungan dinas pendidikan, Suharyono juga melihat adanya kejanggal di Lingkungan Dinas Pendapatan Daerah. Dimana terdapat dua jabatan kepala seksi yang tidak ada dalam SOTK. Bahkan untuk dua jabatan tersebut, muncul 3 nama yang yang akan menempatinya. Dengan kesemrawutan ini Suharyono mendesak bupati segera meninjau ulang mutasi yang dilakukan Rabu lalu, terutama untuk Pejabat Eselon IV yang diindikasikan terjadi permainan tidak sehat.

(1.084 views)
Tag: