Anggota Komisi D Pertanyakan Berkurangnya Alokasi Anggaran Jamkesda

Anggota Komisi D DPRD Jember Syahroni mempertanyakan berkurangnya anggaran Jaminan Kesehatan untuk masyarakat miskin di luar kuota, yang menjadi tanggungan APBD. Padahal dalam anggaran tahun lalu ada Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (Silpa) Jamkesda senilai RP 2,5 Milyar.

Kepada sejumlah wartawan Syahroni menjelaskan, dari hasil rapat pembahasan anggaran dengan dinas kesehatan beberapa waktu lalu, ternyata eksekutif tahun ini hanya memberikan anggaran sebesar Rp 5 Milyar untuk mengcover jaminan kesehatan masyarakat miskin diluar kuota.

Padahal lanjut Syahroni, tahun lalu Penyerapan Anggaran Jamkesda hanya sekitar RP 48 persen dari alokasi anggaran senilai Rp 5 Milyar. Berarti masih ada sisa Rp 2,5 Milyar lebih. Komisi d berharap sisa anggaran tersebut dialokasikan lagi untuk kebutuhan yang sama, sehingga anggaran jamkesda tahun ini mencapai Rp 7,5 Milyar rupiah.

Lebih jauh Syahroni menjelaskan, rendahnya penyerapan Jamkesda tahun lalu bukan berarti masyarakat miskin tidak membutuhkannya. Tetapi ada beberapa persoalan, diantaranya kurangnya sosialisasi kepada masyarakat. Sehingga masih banyak masyarakat miskin yang tidak bisa mempergunakan anggaran tersebut.

Selain itu lanjut Syahroni, diawal tahun anggaran ditetapkan jatah maksimal tiap warga miskin RP 1 Juta. Tetapi dalam perubahan anggaran ditetapkan 6 juta rupiah tiap orang. Sehingga penyerapan anggaran tidak bisa maksimal. Untuk tahun ini, ditetapkan tiap warga miskin mendapat jatah Rp 6 Juta.

(1.239 views)
Tag: