Paksa Masuk Gedung Sutarjo, Mahasiswa Unej Terlibat Bentrok Dengan Satpam.

Puluhan mahasiswa Universitas Jember yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peduli Unej (AMPU), Rabu pagi, terlibat bentrok dengan satpam saat berunjuk rasa di belakang Gedung Sutarjo. Bentrokan ini terjadi di tengah penyampaian visi misi 5 bakal calon Rektor  Unej.

Bentrokan itu dipicu lantaran mahasiswa dilarang untuk mengikuti forum presentasi bakal calon rektor Unej. Mahasiswa yang terus memaksa masuk, membuat situasi semakin panas, bahkan berkali- kali mahasiswa terlibat aksi dorong dengan satpam.

Korlap Aksi Hendra Legowo meminta panitia untuk menggelar forum presentasi dengan terbuka. Sebab perwakilan undangan yang mengikuti forum dinilai belum mewakili Civitas Akademika Unej.

Bahkan hendra menuding, acara forum presentasi bakal calon rektor unej sengaja dibuat tertutup, lantaran ada skenario besar dari oknum tertentu untuk memenangkan salah satu calon rector.

Pengunjuk rasa ditemui oleh Sekretaris Panitia Penjaringan Rektor Unej, Edi Mulyono. Kepada pengunjuk rasa, dengan tegas Edi menolak permintaan mahasiswa untuk ikut dalam forum presentasi, sebab tak memiliki undangan resmi dari panitia.

Bahkan Edi menuding para pengunjuk rasa belum membaca beberapa aturan terkait mekanisme pemilihan rector. Padahal jauh-jauh hari sebelum pelaksanaan presentasi, panitia telah memberikan kesempatan kepada seluruh civitas akademika, untuk mendaftarkan dirinya di masing-masing fakultas. Panitia lanjut Edi sengaja membatasi peserta yang hadir. Ini dikarenakan daya tampung gedung sutarjo yang sangat terbatas.

Pantauan Kiss Fm di lapangan, pengunjuk rasa sempat membakar ban bekas sebagai bentuk kekecawannya terhadap panitia penjaringan. Meski sempat terjadi bentrok di luar gedung, acara presentasi bakal calon unej tetap berjalan.

(1.028 views)
Tag: