Perbankan Enggan Nasib Persid Makin Tak Jelas

Keengganan pengusaha menjadi sponsor, semakin membuat nasib persid kedepan tidak jelas. Bukan hanya pengusaha, pihak perbankan juga nampak tidak bersedia menjadi sponsor bagi persid karena dibatasi aturan-aturan.

Seperti diungkapkan Pimpinan Cabang Bank Jatim Jember Agus Sasmito, pihaknya dibatasi sejumlah aturan untuk memberikan bantuan modal sebagai sponsor bagi pihak ketiga. Tetapi jika bantuan yang diberikan dalam bentuk sarana seperti pengadaan kaos dan sepatu tidak menutup kemungkinan bank jatim bisa memberikannya

Bahkan dana Corporate Social Responsibility (CSR) yang dimiliki oleh Bank Jatim sekalipun tidak mungkin bisa dikucurkan untuk Persid. Menurut Agus yang masuk kriteria penerima CSR dalam bidang olah raga hanya sekolah-sekolah dengan bentuk penyediaan sarana prasarana untuk anak-anak. Sementara bantuan untuk umum tidak masuk dalam criteria.

Lebih jauh agus menerangkan, yang bisa diajukan persid kepada bank jatim hanya berupa pinjaman. Namun demikian karena berupa pinjaman, tentu bank jatim akan mempertimbangkan sisi bisnis terutama kemampuan persid untuk mengembalikan. Persyaratan inilah yang mungkin perlu dipertimbangkan masak-masak melihat kondisi persid saat ini.

Diberitakan sebelumnya, meski sudah ditetapkan dalam APBD 2011 Persid mendapatkan alokasi anggaran 3 Milyar Rupiah, Pj Bupati Jember tidak bersedia mencairkannya karena ada larangan dari kpk untuk pembiayaan club sepak bola. Akibatnya persid yang musim ini akan berlaga di divisi utama level 2 mengalami krisis anggaran.

(781 views)
Tag: