Komisi C DPRD Jember Usulkan Lapter Dibiarkan Menjadi Tempat Penjemuran Gabah Termahal

Ketua Komisi C DPRD Jember Mohammad Asir usulkan Lapter Notohadinegoro yang telah menghabiskan anggaran milyaran rupiah, dibiarkan saja tanpa perawatan sampai rusak. Itu artinya, jika dibiarkan saja, lapter tetap menjadi tempat penjemuran gabah termahal di Indonesia.

Menurut Asir, saat ini tidak ada sepeserpun bantuan dari pemerintah propinsi untuk operasional lapter. Sementara APBD Jember sendiri juga tidak menganggarkan. Karena itu Asir mengusulkan agar Lapter Notohadinegoro dibiarkan saja tanpa perawatan hingga rusak atau dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar untuk menjemur gabah.

Bahkan tahun 2008 lalu Bupati Jalal mencoba mengoperasionalkan kembali lapter, tetapi hasilnya justru banyak pejabat terbelit persoalan hokum. Karena sudah terbukti tidak efektif, Asir mengusulkan anggaran perawatan lapter dialihkan untuk perawatan sarana transportasi lainnya yang lebih bermanfaat, seperti terminal Tawang Alun dan Pakusari.

Ketika disinggung apakah tidak sayang lapter hanya digunakan untuk menjemur gabah, Asir justru berpendapat kalo dianggarkan biaya perawatan lapter, justru anggaran yang terbuang percuma semakin besar. Kalo soal buang anggaran sejak tahun 2003 lalu Pemkab Jember sudah membuang anggaran 30 milyar rupiah untuk pembuatan lapter.

(862 views)
Tag: