IBW Pertanyakan Vonis Bebas Kusen Andalas

Puluhan Aktifis LSM Indonesian Birocration Watch (IBW), Kamis pagi berunjuk rasa di depan kantor Kejaksaan dan Pengadilan Negeri Jember. Mereka mengaku kecewa atas vonis bebas kusen andalas.

Dalam orasinya, Ketua IBW Sudarsono mengatakan putusan bebas pengadilan negeri jember terhadap Kusen Andalas ada banyak kejanggalan. Sebab dua Pimpinan DPRD Jember Periode 2004-2009, Madini Farouq dan Mahmud Sarjujono divonis bersalah atas perkara yang sama, yakni Kasus Dana Operasional Pimpinan DPRD Jember. Sudarsono menduga, kejanggalan putusan tersebut dikarenakan ada mafia hukum yang melibatkan oknum jaksa dan hakim di masing-masing institusi.

Menanggapi pernyataan Sudarsono, Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Jember, Kliwon Sugiyanta menjelaskan, apa yang didakwaan terhadap kusen sudah sesuai dengan bukti-bukti yang ada. Termasuk sejumlah saksi yang dipanggil sudah sesuai dengan Berita Acara Pemeriksaan dari Polda Jawa Timur.

Terkait tuntutan yang lebih ringan, Menurut Kliwon, kasus yang menjerat kusen berbeda dengan Gus Mamak dan Mahmud. Kusen hanya terjerat kasus dana operasional, sedangkan Gus Mamak dan Mahmud ditambah kasus bantuan hokum. Kliwon juga membantah tudingan Sudarsono, di Kejaksaan Negeri Jember ada mafia hukum yang berkeliaran.

Tak jauh berbeda dengan Kliwon, Ketua Pengadilan Negeri Jember, Prio Utomo mengatakan, Mahmud Dan Gus Mamak terjerat dua kasus. Untuk itu hakim berkeyakinan memvonis bebas kusen andalas.

(845 views)
Tag: