DPD PAN Sikapi Persoalan Ghafur Melalui Rapat Internal

Ketua DPD Partai Amanat Nasional Jember Evi Ani Lestari, akan segera membawa persoalan penerimaan tunjangan sertifikasi guru oleh Abdul Ghofur, Salah Satu Legislator PAN di DPRD Jember dalam rapat harian partai.

Kepada sejumlah Wartawan Evi menjelaskan, secara pribadi dirinya melihat memang seharusnya tidak boleh seorang anggota dewan menerima tunjangan sertifikasi guru. Jika hanya berprofesi sebagai guru saja tidak menjadi persoalan, tetapi ketika menerima sertifikasi, berarti yang bersangkutan menerima honorarium dari APBD dan APBN.

Sudah jelas dalam aturan lanjut Evi, anggota dewan tidak diperbolehkan menerima uang yang bersumber dari APBD dan APBN sekaligus. Sehingga bagaimanapun juga menurutnya yang dilakukan ghofur tetap salah. Evi sendiri mengaku kaget ketika menerima kabar bahwa Ghofur sejak 2008 lalu menerima tunjangan sertifikasi guru.

Mengenai sangsi menurut Evi, nanti akan disesuaikan dengan mekanisme partai. Yang jelas harus dibedakan antara sangsi hokum, sangsi Administrasi DPRD dan sangsi internal partai. Sebab Evi berpendapat bagaimanapun juga peristiwa ini mencemarkan nama baik partai.

Diberitakan sebelumnya, Wakil Ketua DPRD Jember Miftahul Ulum juga berpendapat sama dengan Evi. Tunjangan sertifikasi guru yang diterima oleh ghofur sejak 2008 lalu, jelas melanggar aturan. Meski dalam tatib dprd tidak menyebutkan tentang sangsi, setidaknya jika memang benar ghofur harus mengembalikan uang tersebut.

Sementara Ghofur sendiri ketika dikonfirmasi membenarkan dirinya telah menerima tunjangan sertifikasi guru. Menurutnya, sebelum memutuskan menerima tunjangan tersebut dirinya sudah membaca aturan dalam Undang-Undang Susduk DPRD. Dalam aturan tersebut tidak menyebutkan adanya larangan bagi anggota dewan berprofesi ganda sebagai guru.

(744 views)
Tags: