Diduga Gara-Gara Tanah Warisan, Seorang Warga Rambipuji Nekat Bacok Hakim Pengadilan Agama Jember

Diduga karena persoalan tanah warisan, Salah Satu Warga Rambipuji berinisial Mus, nekat membacok seorang Hakim Pengadilan Agama Jember berinisial A-T didepan istri dan belasan santrinya. Saat ini korban yang mengalami luka bacok pada bagian bahu, dirawat di RSUD Subandi. Sementara tersangka hingga berita ini diturunkan masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolsek Rambipuji.

Imam salah satu kerabat korban menceritakan, persoalan terkait tanah warisan yang sampai saat ini masih berupa pondok pesantren dan lembaga pendidikan islam di kaliwining ini, sebenarnya sudah terjadi sejak 5 tahun silam. Persoalannya bukan karena berebut warisan, tetapi terjadi perbedaan pandangan antara status tanah tersebut sebagai tanah wakaf atau tanah hibah.

Imam enggan menjelaskan dengan rinci pihak mana yang menginginkan tanah tersebut sebagai tanah wakaf. Hanya saja menurut Imam, sepengetahuannya sebelumnya cekcok  dan ancaman kekerasan sudah sering terjadi, tetapi baru kali ini benar-benar terjadi.

Tersangka Mus ketika dikonfirmasi di Mapolsek Rambipuji menceritakan, persoalan sengketa tanah waris tersebut sejak beberapa tahun lalu sebenarnya sudah masuk ranah hokum. Bahkan pengadilan memerintahkan agar tanah tersebut dalam status quo sebelum adanya keputusan hukum tetap. Namun karena digunakan sebagai ponpes dan lembaga pendidikan, tersangka masih memberikan toleransi.

Tetapi saat itu, tersangka beserta beberapa keluarganya membuat pagar dan timbunan batu di tanah tersebut. Senin dini hari korban menyuruh santri-santrinya untuk membongkar pagar tersebut dan membersihkan tumpukan batu yang ada. Usai sholat subuh Mus beserta salah satu kakaknya mendatangi rumah korban untuk mengklarifikasi tindakan korban.

Tetapi saat ditemui terjadi cekcok yang membuat tersangka kalap. Tanpa pikir panjang, tersangka menganbil sabit rumput yang tergeletak tidak jauh dari tempatnya berdiri, dan membacokkannya kepada korban.

Sementara Kapolsek Rambipuji AKP Nurhadi membenarkan kasus penganiayaan yang dilakukan tersangka terhadap Salah Satu Hakim Pengadilan Agama Jember ini, dipicu masalah internal keluarga terkait tanah waris. Sejumlah saksi dan tersangka sendiri lanjut Nurhadi, hari ini sudah dimintai keterangan. Akibat perbuatannya tersangka akan dijerat Pasal 351 Kuhp tentang penganiayaan, dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara.

Sementara kondisi korban yang masih dirawat di rsud subandi, saat ini dalam kondisi stabil. Humas RSUD Subandi Justina Evi Tyaswati menerangkan, kondisi korban tidak terlalu mengkhawatirkan. Korban hanya mengalami luka robek 3 kali 1 centimeter, pada bagian bahu sebelah kirinya.

(1,040 views)
Tags: