Selama Bulan Mei, MUI Jember Tangani Lima Aliran Sesat

Sejak sebulan terakhir, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jember, sedikitnya menangani lima aliran sesat di Kabupaten Jember. Demikian disampaikan Ketua Bidang Fatwa Dan Hukum MUI Jember, Abdullah Syamsul Arifin.

Menurut Gus Aab sapaan akrab Abdullah Syamsul Arifin, ada beberapa faktor yang menyebabkan munculnya aliran sesat. Seperti keterbatasan kelimuan yang dimiliki oleh seseorang dan motivasi pelaksanaan ibadah yang kurang tepat.

Gus Aab mencontohkan, kasus aliran sesat yang terbaru adalah aliran yang diasuh oleh Yayasan Qodriyatul Qosimiyah di Desa Glundengan Kecamatan Wuluhan. Mereka mengucapkan kalimat syahadat jauh dari ajaran agama islam.

Senada dengan Gus Aab, Pengurus MUI lainnya, Baharudin Rosyid menjelaskan, kebanyakan tokoh aliran sesat bukan berasal dari kalangan intelektual. Biasanya mereka hanya mencari terobosan baru yang mudah diikuti oleh masyarakat.

Baharudin menambahkan, kriteria aliran sesat antara lain mengingkari salah satu dari Enam Rukun Iman dan Lima Rukun Islam, kemudian menyakini atau mengikuti aqidah yang tidak sesuai dengan Al Quran dan sunnah nabi dan meyakini turunnya
wahyu setelah al quran.

Meski demikian Baharudin menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat, agar tidak berbuat anarkis dan main hakim sendiri apabila menemukan aliran yang terindikasi sesat. Lebih masyarakat melaporkan kepada MUI, untuk dilakukan dialog dan mediasi.

(1,091 views)
Tags: