Ketua DPRD Jember Tak Hadir, Sidang Gugatan Perdata Ditunda

Sidang perdana gugatan perdata terhadap Ketua DPRD Jember, Saptono Yusuf, yang sedianya di gelar selasa terpaksa ditunda. Ini disebabkan Saptono Yusuf sebagai pihak tergugat tidak hadir dalam persidangan. Sidang selanjutnya akan digelar rabu pekan depan, dengan agenda proses mediasi antara kedua belah pihak.

Seperti dijelaskan Ketua Majelis Hakim, Halomoan Sianturi, sesuai Peraturan Mahkamah agung nomer 1 tahun 2008, pada sidang pertama, hakim wajib melakukan proses mediasi. Hakim  akan menawarkan kepada kedua belah pihak, apakah akan menggunakan mediator dari pihak luar, atau hakim diminta langsung menjadi mediatornya.

Proses mediasi sendiri akan berlangsung selama 40 hari. Jika ada kesepakatan antara kedua belah pihak, maka hakim akan membuat putusan damai, dengan penandatanganan perjanjian antara kedua belah pihak. Namun jika tidak tercapai, hakim akan melanjutkan ke proses sidang selanjutnya, dengan agenda pemeriksaan berkas gugatan.

Sementara Penasehat Hukum Saptono Yusuf, Jarmoko mengaku baru menerima kuasa hukum dari saptono selasa siang. Pada saat dirinya akan mendaftarkan ke panitera, ternyata sidang sedang berlangsung. Meski demikian, dia memastikan sidang selanjutnya akan hadir.

Terkait ketidakhadiran saptono di persidangan, menurut Jarmoko, kliennya sedang memimpin rapat pansus raperda pajak dan retribusi di rembangan. Sehingga tidak mungkin untuk hadir.

Seperti diberitakan sebelumnya, Ketua DPRD Jember Saptono Yusuf digugat 5 miliar rupiah oleh Ketua DPC PPP Jember Sunardi. Sunardi menilai Ketua Dprd Jember melakukan perbuatan tidak menyenangkan, terhadap Anggota PPP yang berada di gedung dewan.

(801 views)
Tags: