DPRD Jember Anggarkan 500 Juta Rupiah Untuk Pengadaan I-Pad

Jika DPRD Jember periode lalu melakukan pengadaan laptop untuk 45 orang anggota dewan, giliran dprd periode saat ini menganggarkan pengadaan Pc Tablet atau I-Pad melalui dana apbd untuk 50 orang anggota dewan. Untuk kebutuhan pengadaan I-Pad tersebut diperkirakan membutuhkan anggaran senilai setengah milyar rupiah.

Anggota Komisi A DPRD Jember, HM. Sucipto ketika dikonfirmasi membenarkan dianggarkannya I-Pad untuk anggota dewan. Menurutnya pembahasan anggaran I-Pad untuk anggota dewan memang dilakukan di Komisi A sebagai mitra kerja Sekretariat Dprd Jember.

Saat itu lanjut Sucipto, komisi a menilai untuk memperlancar kinerja anggota dewan melayani kepentingan masyarakat, dibutuhkan peralatan it yang memadai. Sehingga ketika butuh mencari informasi dari internet, bisa langsung dilakukan tanpa harus kesana kemari mencari perangkat komputer yang terhubung dengan jaringan internet.

Sucipto memperkirakan, saat ini mungkin memang tidak semua anggota dewan mampu mengoperasikan i I-Pad. Karena itu setelah dilakukan pengadaan nanti dibutuhkan pelatihan, setidaknya selama satu minggu untuk menguasai penggunaan I-Pad tersebut. Dengan demikian ketika semua anggota dewan sudah mampu mengoptimalkan I-Pad,diharapkan kinerja anggota dewan lebih baik dan cepat dibanding saat ini.

Hal senada diungkapkan Ketua Fraksi Keadilan Sejahtera Yuli Priyanto. Menurut Yuli, secara pribadi dirinya menilai I-Pad merupakan sebuah perangkat tehnologi yang sangat dibutuhkan bagi anggota dewan, untuk memperlancar kegiatannya sehari-hari.

Yuli mencontohkan, draf raperda usulan eksekutif kemarin baru diserahkan kepada anggota dewan 1 hari sebelum pembahasan, sehingga tidak sempat dipelajari. Namun jika sudah menggunakan I-Pad, masing-masing anggota dewan bisa langsung mendownloadnya sendiri melalui internet, sehingga ada lebih banyak waktu untuk memperlajari draf raperda usulan eksekutif tersebut.

Anggota Fraksi PKNU Dprd Jember Zainul Hasan juga merasa perlu diberikannya fasilitas i-pad untuk anggota dewan. Jika fasilitas tersebut sudah diberikan, mau tidak mau tiap anggota dewan harus bisa mengoperasikannya secara maksimal untuk membantu pekerjaannya. Zainul mempersialhkan masyarakat memberikan penilaian sendiri, apakah setelah diberikannya fasilitas tersebut kinerja anggota dewan semakin meningkat atau justru lebih buruk.

(817 views)
Tags: