PN Jember Belum Terima Putusan Kasasi Kasus Dugaan Korupsi Dana Bantuan Hukum

Pengadilan Negeri Jember hingga senin siang, belum menerima salinan putusan kasasi kasus dugaan korupsi dana bantuan hokum, dengan terdakwa Mantan Ketua Dprd Jember Hm Madini Farouq, dan Mantan Wakil Ketua Dprd Jember, Mahmud Sarjujono. Padahal mahkamah agung sudah mempublikasikan putusan terebut melalui situs resminya.

Berdasarkan informasi di situs resmi mahkamah agung, kasasi tersebut diputuskan pada tanggal 19 agustus 2010 lalu. 3 majelis hakim agung Mansur Kartayasa, Timur P Manurung, dan Artidjo Alkostar, menjatuhkan putusan 1 tahun penjara dan denda 50 juta rupiah subsider 1 bulan kurungan. Ini artinya, mahkamah agung menguatkan kembali putusan Pengadilan Negeri Jember.

Kepada sejumlah wartawan, Ketua Pengadilan Negeri Jember Prio Utomo saat di konfirmasi mengaku sudah menerima amar putusan dari mahkamah agung, tetapi belum menerima salinan putusan lengkapnya. Sehingga pihaknya belum bisa berkirim surat kepada Kejaksaan Negeri Jember, untuk proses eksekusi.

Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Jember, Kliwon Sugiyanta saat ditemui di Pengadilan Negeri Jember mengaku telah mendengar kabar turunnya putusan kasasi tersebut. Untuk itulah senin siang, dirinya datang ke Pengadilan Negeri Jember, untuk mengkroscek kebenaran informasi tersebut.

Namun kata kliwon, sepertinya putusan tersebut memang belum sampai ke PN Jember. Sehingga untuk proses eksekusi, kejaksaan masih menunggu putusan kasasi dari MA.

Diberitakan sebelumnya, mantan ketua dprd jember hm madini farouq dan mantan wakil ketua dprd jember, mahmud sarjujono terjerat kasus dugaan korupsi dana bantuan hukum.

Oleh hakim Pengadilan Negeri Jember, mereka di vonis bersalah dan di hukum 1 tahun penjara denda 50 juta rupiah subsider 1 bulan kurungan penjara, karena terbukti secara sah dan meyakinkan telah melakukan tindak pidan korupsi. Namun di tingkat banding di Pengadilan Tinggi Jawa Timur, keduanya di vonis bebas, sehingga jaksa penuntut umum mengajukan kasasi  ke mahkamah agung.

(1,032 views)
Tags: