Komisi D DPRD Jember Desak Dispendik Dan BKD, Berikan Sanksi Kepada Oknum Guru Yang Diduga Memalsukan Ijasah

Komisi D DPRD Jember mendesak dinas pendidikan dan Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Jember, untuk memberikan sanksi kepada Suko Budiono, oknum guru smp, yang menjadi terdakwa kasus dugaan pemalsuan ijazah.

Ketua Komisi D Dprd Jember Ayub Junaidi mengatakan, apa yang dilakukan oleh Suko Budiono telah mencoreng dunia pendidikan. Karena sebagai seorang pendidik, tak semestinya dia berbuat demikian.

Ayub menambahkan, meski saat ini belum ada keputusan hukum tetap, paling tidak harus ada sanksi awal dari dinas pendidikan dan badan kepegawaian daerah terhadap perbuatan pelaku. Ini dilakukan untuk memberikan efek jera terhadap yang bersangkutan.

Seperti diberitakan sebelumnya, Suko Budiono seorang oknum guru smp, menjadi terdakwa dalam kasus dugaan pemalsuan ijazah doktor dari program pasca sarjana Universitas Negeri Malang.

Kasus tersebut terbongkar berawal dari surat permohonan klarifikasi dari Dinas Pendidikan Kabupaten Jember, terkait keabsahan ijazah doktor yang dimiliki oleh terdakwa, kepada Program Pasca Sarjana UM. saat itu Dispendik Jember sedang melakukan pendataan tenaga pendidik.

Setelah menerima surat tersebut, pihak UM langsung mengkroscek data base mahasiswa dan alumni pasca sarjana UM. Setelah dilakukan dikroscek ternyata tidak ditemukan nama mahasiswa bernama Suko Budiono, justru ijazah tersebut atas nama Esa Nur Wahyuni.

Setelah mendapat kepastian, UM langsung mengirim surat balasan kepada dinas pendidikan kabupaten jember, sekaligus memastikan ijazah atas nama suko budiono adalah palsu.

(1.216 views)
Tag: