Komisi C Minta Kesepakatan Antara Angkot Dan Bus Antar Kota Dilengkapi Dengan Sangsi

Ketua Komisi C DPRD Jember minta keluhan pra sopir angkot yang memicu terjadinya aksi mogok angkutan kota jurusan tawang alun pakusari, dimasukkan dalam klausul kesepakatan antara bus antar kopta dengan angkot. Selain itu sangsi tegas berupa pencabutan trayek juga harus dimasukkan dalam klausul tersebut.

Hal ini disampaikan Ketua Komisi C DPRD Jember Mohammad Asir usai melakukan sidak di terminal pakusari selasa siang. Menurut Asir, sebenarnya kesepakatan antara pengemudi angkot dan bus antar kota yang diberlakukan saat ini masih tahap uji coba. Sebab untuk pemberlakuannya masih menunggu petunjuk dari dinas perhubungan propinsi jawa timur sebagai pihak yang memiliki kewenangan mengeluarkan ijin trayek bus antar kota.

Karena itu dalam MoU yang akan diberlakukan nanti, masih sangat memungkinkan untuk dilakukan perbaikan dalam kesepakatan tersebut. Aspirasi semua pihak baik dari paguyuban angkutan kota maupun perusahaan otobus harus sama-sama ditampung. Ketika keinginan kedua belah pihak sudah diakomodir, baru kemudian dijelaskan sangsi bagi pihak yang melakukan pelanggaran.

Sementara Sekretaris Dinas Perhubungan Jember Sukowiyono menjelaskan, sampai selasa siang pengemudi angkot pakusari tawang alun masih tetap melakukan aksi mogok. Sebenarnya tanggal 2 februari lalu kedua belah pihak sudah sepakat dan membuat surat penyataan akan mematuhi kesepakatan tersebut. Bahkan dinas perhubungan sudah menerjunkan sedikitnya 18 orang personil untuk melakukan pengawasan 24 jam.

Tetapi lanjut Sukowiyono, mungkin saja ada tempat-tempat yang lolos dari pengawasan dishub. Karena keterbatasan personil inilah dibutuhkan kejujuran kedua belah pihak. Bus antar kota tidak menaikkan penumpang antara terminal tawang alun dan pakusari, sementara angkot juga harus konsisten mengantar penumpang sampai ke terminal pakusari. Sebab secara formal maupun informal/ masih banyak keluhan dari masyarakat pengguna jasa angkot, yang mengatakan bahwa angkot jurusan pakusari seringkali berbalik sebelum sampai terminal.

Diberitakan sebelumnya, sejumlah pengemudi angkutan kota jurusan tawang alun pakusari, sejak senin pagi melakukan aksi mogok kerja. Sedikitnya 49 angkot E dan R hanya memarkir kendaraannya di terminal pakusari. Awak angkot menolak jalan sebelum dinas perhubungan menindak tegas bus antar kota yang melanggar kesepakatan.

Aksi mogok angkot ini dipicu karena ada beberapa bus jurusan banyuwangi, yang menaikkan penumpang di antara terminal tawang alun dan pakusari. Padahal menurut awak angkot, daerah tersebut merupakan daerah kerjanya. Sehingga akibat ulah bus antar kota ini, sopir angkot mengaku rugi hingga hanya bisa mendapat penghasilan 15 sampai 20 ribu per hari.

(850 views)
Tags: