Angkutan Kota Trayek E Dan R Gelar Aksi Mogok

Puluhan supir angkutan kota Trayek E dan R, senin ‎pagi menggelar aksi mogok di Terminal Pakusari. Mereka menuntut Dinas Perhubungan Kabupaten Jember, memberikan sanksi tegas terhadap Angkutan Kota Dalam Provinsi (AKDP) yang mengangkut penumpang hingga terminal tawang alun.

Menurut Koordinator Paguyuban Angkutan Kota E dan R, Wahid Aditia, akibat pengangkutan penumpang oleh AKDP itu, sopir angkutan kota mengalami kerugian berupa penurunan pendapatan.

Padahal lanjut Wahid, beberapa waktu lalu pihaknya dan akdp telah menandatangani perjanjian. Dimana penumpang harus diturunkan di terminal Pakusari. Namun faktanya di lapangan perjanjian tersebut di langgar. Wahid mengaku akan menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor dinas perhubungan, jika tuntutannya tersebut tidak segera dipenuhi.

Sementara Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Jember, I Putu Budiada yang datang ke lokasi membenarkan jika antara kedua belah pihak telah menandatangani kesepakatan.

Namun lanjut Putu, berdasarkan keterangan dari pihak angkutan kota, ternyata pihak AKDP melanggar perjanjian. Untuk itu kata dia, pihaknya akan memanggil kedua pihak untuk melakukan mediasi. Jika memang terbukti bersalah, dinas perhubungan akan menyiapkan sanksi. Mulai dari sanksi teguran hingga sanksi berat berupa pencabutan izin trayek.

Pantauan Kiss Fm di lapangan, sedikitnya 49 mobil angkutan Kota Trayek E dan R, jurusan pakusari ajung dan tawang alun terlihat mangkrak di Terminal Pakusari.

(990 views)
Tag: