Perhutani “Diadili” Dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi D DPRD Jember

Komisi D DPRD Jember menilai penyebab banjir bandang di Desa Dusun Cempaka Desa Pakis Kecamatan Panti, disebabkan oleh kinerja pihak perhutani yang tak beres. Terbukti pada saat rapat dengar pendapat, pihak perhutani justru mengkambing hitamkan hujan yang sangat lebat sebagai penyebab utama banjir.

Menurut Kepala RPH Suci, Heri Kinanto, berdasarkan pengamatannya di lapangan, hujan terus-menerus yang terjadi setiap hari menyebabkan tanah gembur. Sehingga hal inilah yang menyebabkan terjadi longsor. Apalagi lanjut Heri, kemiringan tanah di daerah suci mencapai 90 derajat, dan ditemukan ada dua titik longsor seluas 0,3 hektare dan 0,2 hektare.

Penjelasan Perhutani Jember itu sontak membuat Anggota Komisi D kecewa. Seperti yang diungkapkan Anggota Komisi D DPRD Jember, Hafidi. Ia menilai pihak perhutani tidak mau berbesar hati untuk bertanggung jawab atas peristiwa banjir banding. Padahal jelas-jelas aliran banjir dari lahan perhutani yang ada di atas.

Hafidi juga mengaku kecewa karena kepala perhutani jember tidak hadir dalam  pada saat hearing. Padahal agenda yang dibahas merupakan agenda penting menyangkut nyawa masyarakat jember. Untuk itu dia meminta, agar digelar rapat dengar pendapat kembali dengan menghadirkan kepala perhutani jember.

Senada dengan Hafidzi, Ketua Komisi D DPRD Jember Ayub Junaidi mempertanyakan mengapa pihak perhutani menyalahkan hujan. Sebab kata dia, beberapa waktu lalu dirinya telah terjun ke lokasi banjir, dan ternyata ada pengalihan fungsi dari tegakan pohon menjadi kopi.

(1,676 views)
Tags: