Komisi A Keluarkan Staf Bappekab Saat Hearing Soal Askes

Ketua Komisi A Dprd Jember mengeluarkan seorang staf bapekkab, yang ditugaskan menghadiri hearing bersama PT. Askes dan bagian keuangan pemkab dari ruangan komisi, karena dinilai tidak memiliki kompetensi untuk menjelaskan persoalan yang akan dibahas.

Ketua Komisi A DPRD Jember Mohammad Jufreadi ketika akan memulai hearing, bertanya kepada utusan bapekkab apakah dirinya mengetahui persoalan polemik asuransi kesehatan bagi pns yang akan dibahas. Namun staf bapekkab tersebut mengaku tidak tahu, karena dirinya di bappekab sebagai staf sosial budaya, tetapi mendapat perintahkan untuk mewakili kepala bappekab. Mendengar penjelasan tersebut jufreadi langsung memerintahkan staf bappekab tersebut keluar ruangan dan kembali ke kantornya.

Jufreadi ketika ditemui usai hearing mengatakan, dirinya terpaksa memerintahkan staf bapekab meninggalkan ruangan dan kembali ke kantornya, karena sama sekali tidak memiliki kompetensi, dan tidak memahami materi yang akan dibahas. Sehingga jika dipaksakan untuk tetap berada di dalam, dikhawatirkan justru penjelasan yang diberikan melenceng dari fakta yang ada. Selain itu menurut Jufreadi, peristiwa ini merupakan shock terapi untuk kepala bappekab, karena selalu tidak hadir ketika diundang hearing di dprd jember.

Persoalan askes sendiri sudah sedikit mulai terjawab. Berdasarkan penjelasan Kabag Keuangan Pemkab Jember Sri Laksmi, berdasarkan Keppres 56 Tahun 74, Gaji Pns dipotong 2 persen untuk biaya asuransi kesahatan. Kemudian tahun 2003, keluar surat edaran departemen keuangan dan departemen dalam negeri, yang menjelaskan bahwa pemerintah daerah wajib memberikan subsidi 2 persen untuk asuransi kesehatan pns.

Sehingga menurut Laksmi, total uang yang disetorkan kepada kas negara tahun 2011 sebesar 4 persen atau diprediksi mencapai 26 milyar rupiah. Laksmi mengaku hanya menjalankan aturan sesuai yang diamanatkan. Jika kemudian ada kelebihan anggaran dari klaim pt. Askes dan tidak kembali kepada keuangan daerah, itu sudah bukan menjadi kewenangannya.

Sementara kepala bidang pelayanan PT. Askes cabang jember budi wusono aji menjelaskan, total klaim asuransi kesehatan yang ditarik oleh PT. Askes rata-rata pertahun hanya 20 milyar rupiah. Nilai tersebut belum termasuk klaim biaya kesehatan bagi Pns Asal Jember yang berobat di rumah sakit diluar kabupaten. Budi mengaku tidak tahu apakah ada dana lebih milik pemkab jember di departemen keuangan, karena yang bisa menjelaskan persoalan ini hanya PT. Askes pusat atau departemen keuangan sendiri.

(951 views)
Tag: