Kabupaten Jember Terlambat Melaksanakan Progam E-KTP

Pemerintah kabupaten jember terlambat satu tahun dalam melaksanakan progam Ktp Elektronik secara online atau E-KTP. Hal ini terjadi karena keterlambatan pembuatan perda kependudukan, sehingga menyebabkan tidak adanya alokasi anggaran untuk melaksanakan coklit.

Kepala Seksi Pelayanan Informasi Dispendukcapil Arismaya Parahita dalam hearing bersama Komisi A DRPD Jember senin siang mengatakan, seharusnya Jember dijadwalkan mulai menerapkan E-KTP pada tahun 2011. Namun karena belum adanya perda yang mengatur, sehingga tahun ini baru dilakukan pemantaban database kependudukan.

Akibatnya tahun 2009 Dispenduk baru melakukan perubahan kartu keluarga lokal menjadi kartu keluarga nasional. Tahun 2010 dispenduk melakukan pemutakhirkan data dengan pencocokan dan penelitian atau coklit, serta mengonsolidasi pemberian nomor induk kependudukan yang anggarannya berasal dari APBN.

Proses inilah menurut Arismaya yang menyebabkan proses pembuatan KTP terkesan rumit dimata masyarakat. Sebab jika tidak dilakukan pengetatan prosedur seperti ini, tahun 2012 bapenduk dipastikan belum memiliki data kependudukan yang valid. Sehingga tidak mungkin progam E-KTP yang di gratiskan oleh pemerintah bisa dijalankan tahun 2012.

Lebih jauh Aris menerangkan, rencananya April-Mei 2011 dispenduk akan melakukan rekrutmen dan pelatihan kader kependudukan tingkat desa, untuk melakukan pelayanan KTP. Sebab dari pantauan dispenduk, persoalan terjadi karena masih banyak masyarakat yang belum mengerti prosedur pengurusan KTP.

Dengan adanya kader kependudukan di tingkat desa, pengurusan E-KTP nantinya cukup berhenti sampai di tingkat kecamatan untuk pengambilan foto dan sidik jari. Sedangkan untuk pencetakan tetap dilakukan di dispenduk, karena ketersediaan peralatan. Namun Aris memastikan tidak perlu menunggu terlalu lama karena sudah dilakukan secara online dari kecamatan ke dispenduk.

(1,207 views)
Tags: