Kejari Jember Eksekusi Ketua IBW

Terpidana kasus pencemaran nama baik, ketua Indonesian Birocration Watch (IBW), Sudarsono, senin siang akhirnya dieksekusi oleh tim dari Kejaksaan Negeri Jember. Dibantu aparat kepolisian, Sudarsono dijemput dari rumahnya sekitar pukul 11 siang, untuk dibawa ke Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Jember, menjalani hukuman pidananya.

Kepala Seksi Intelejen Kejaksaan Negeri Jember, Sigit Prabowo ketika dikonfirmasi membenarkan proses eksekusi tersebut. Menurutnya, eksekusi merupakan perintah Kepala Kejaksaan Negeri Jember, karena yang bersangkutan telah divonis 3 bulan penjara oleh Mahkamah Agung.

Sigit menambahkan, Kejari Jember telah menugaskan dua orang jaksa, yakni Reza dan Zainal sebagai eksekutor di lapangan. Sudarsono akan langsung di bawa ke Lapas Kelas II A Jember, karena seluruh berkas termasuk salinan putusan mahkamah agung telah lengkap.

Saat dikonfirmasi sejumlah wartawan, Sudarsono mengatakan, sebenarnya dirinya telah kooperatif untuk dieksekusi oleh kejaksaan. Namun entah mengapa kejaksaan beberapa kali mengaku tak siap mengeksekusinya.

Sudarsono menganggap eksekusi yang dilakukan terhadap dirinya tidak adil dan merupakan pelanggaran HAM. Karena saat ini dirinya sedang dalam keadaan sakit. Dua hari yang lalu, Sudarsono baru keluar dari rumah sakit.

Seperti diberitakan sebelumnya, Sudarsono oleh Mahkamah Agung tahun 2007 lalu, divonis  tiga bulan penjara terkait kasus pencemaran nama baik. Persoalan tersebut berawal pada 27 dan 28 juli 2002 silam, saat Sudarsono bersama Aktivis IBW lainnya melakukan pencatatan nomor mobil dinas yang berkeliaran di jalan. IBW berpendapat tidak seharusnya mobil dinas berkeliaran di hari libur.

Plat-plat nomor mobil dinas yang terkena catat lalu dipampangkan. Salah satunya mobil dinas milik Suhardiyanto, yang saat itu menjabat sebagai kepala kantor pengairan jember. Merasa namanya dicemarkan suhardiyanto melaporkan sudarsono ke kepolisian. Sudarsono pun diadili dan dinyatakan bersalah melanggar pasal 310 KUHP. Proses hukum berjalan hingga tingkat kasasi, hasilnya tahun 2007 turun putusan yang mengalahkan sudarsono dengan divonis 3 bulan penjara. Sudarsono sendiri pernah mengakukan peninjauan kembali atas vonis tersebut, namun mahkamah agung menolaknya.

(956 views)
Tag: